Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

IHSG Siap Cetak Rekor Tertinggi lagi

Written By Unknown on Kamis, 03 Januari 2013 | 09.38

IHSG Siap Cetak Rekor Tertinggi lagi?

Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto | Kamis, 3 Januari 2013 | 09:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan, Kamis (3/1/2013), diperkirakan akan kembali mampu ditutup menguat melanjutkan penguatan yang terjadi sebelumnya. Menurut riset Mega Capital Indonesia, riset bakal menguji level resistance di 4.365. Pada perdagangan sebelumnya indeks telah sempat menguji resistance level di 4.365 namun akhirnya ditutup di level 4.346.

Penguatan pada indeks dimungkinkan masih berlanjut dan kembali menguji resistance yang sama. Jika mampu melewatinya maka berpeluang untuk kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. RSI dan stochastic masih berada di wilayah netral dengan kecenderungan menguat.

Hari ini diperkirakan indeks fluktuatif cenderung menguat. Bursa Wall Street menguat setelah kesepakatan anggaran. Bursa Amerika Serikat ditutup naik signifikan di mana Dow naik 2,35 persen, S&P naik 2,54 persen yang merupakan kenaikan terbesar sejak Desember 2011 dan Nasdaq naik 3,07 persen setelah Kongres AS menyetujui proposal pajak untuk anggaran 2013 yang diajukan pemerintah. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penghematan anggaran dan kenaikan pajak hingga 600 miliar dollar AS yang dikhawatirkan akan membawa AS masuk ke dalam resesi.

Dengan proposal baru tersebut, rumah tangga dengan pendapatan di atas 450.000 dollar AS per tahun akan terkena kenaikan pajak. Sentimen positif lainnya muncul dari data ISM manufacturing yang naik ke 50,7 di bulan Desember dari 49,5 di bulan sebelumnya.


09.38 | 0 komentar | Read More

Asia Menguat, IHSG Siap Terdorong Naik

Asia Menguat, IHSG Siap Terdorong Naik

Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto | Kamis, 3 Januari 2013 | 09:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penguatan bursa Amerika Serikat dan komoditas semalam waktu Indonesia membuat mayoritas bursa Asia turut dibuka menguat pada Kamis (3/1/2013) pagi ini. Ini dapat mendorong kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan.

Exchange Traded Fund Indonesia di bursa AS ditutup menguat 1,1 persen semalam sementara harga minyak terkoreksi ke level 92,8 dollar AS per barrel pagi ini. Nilai tukar rupiah kembali dibuka melemah pagi ini ke level Rp 9.770 per dollar AS.

IHSG sendiri hari ini menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia diperkirakan akan kembali bergerak menguat seiring reli yang terjadi di bursa AS dan terutama bursa komoditas itu. Saham-saham sektor pertambangan dan CPO hari ini diperkirakan akan kembali bergerak menguat khususnya saham-saham berbasis metal. Resistance indeks berada di level 4.375.

Bursa AS pada perdagangan semalam ditutup menguat signifikan sekitar 2,5 persen setelah adanya sentimen positif dari persetujuan Kongres AS atas proposal anggaran AS yang diajukan Senat sehingga AS terhindar dari risiko jurang fiskal.

Presiden Obama dikabarkan akan segera menandatangani proposal anggaran tersebut malam ini. Sentimen positif lainnya juga datang dari rilis data manufacturing index AS di bulan Desember yang berhasil naik ke level 50.7, lebih baik dari ekspektasi.


09.38 | 0 komentar | Read More

IHSG Dibuka Menguat, Rekor Baru Mengintai

IHSG Dibuka Menguat, Rekor Baru Mengintai

Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto | Kamis, 3 Januari 2013 | 09:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat 18,053 poin atau sekitar 0,42 persen ke level 4.364,528, Kamis (3/1/2013). Rekor baru tertinggi IHSG mengintai di depan mata. Indeks LQ45 dibuka naik lebih tinggi, yakni 4,335 poin (0,58 persen) ke level 747,124.

Memasuki lima menit perdagangan, IHSG naik 24,015 poin (0,53 persen) ke level 4.370,490. Indeks pun menyentuh level tertingginya di level 4.381,811 sebelum 10 menit perdagangan. Sentimen positif dari bursa global dan regional meningkatkan gairah di pasar modal nasional pagi ini.

Kesepakatan anggaran di Amerika Serikat guna menghindari jurang fiskal disambut dengan pembelian di semua lapis saham. Indeks Straits Times menguat 17, 00 poin (0,53 persen) ke level 3.218,74. Indeks Hang Seng turun 65,08 poin (0,28 persen) ke level 23.246,90. Bursa China dan Jepang masih libur terkait liburan tahun baru.


09.38 | 0 komentar | Read More

Setelah Rugi, Kini PT RNI Raih Laba Rp 450 Miliar

Written By Unknown on Rabu, 02 Januari 2013 | 09.38

SIDOARJO, KOMPAS.com- Salah satu perusahaan BUMN, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), akhirnya mampu mencetak laba hingga Rp 450 miliar. Itu baru laba hasil konsolidasi, diperkirakan laba bersihnya nanti sekitar Rp 300 miliar.

Ini merupakan pencapaian spektakuler bagi RNI karena selama 48 tahun berdiri, perusahaan yang banyak bergerak dalam industri gula ini tidak pernah mencatat laba yang spektakuler. Laba tertinggi RNI tahun 2009 Rp 118 miliar, itu pun karena ada penjualan aset perusahaan, bukan laba operasional bisnis. Sebelumnya, secara konsolidasi selalu di bawah Rp 100 miliar.

Pada tahun 2011, PT RNI membukukan kerugian Rp 68,4 miliar. Namun, setelah Menteri BUMN Dahlan Iskan merombak direksi PT RNI pada bulan Maret 2012, kinerja perusahaan ini melejit.

"Alhamdulillah, kinerja RNI naik hingga 500 persen hanya dalam waktu sembilan bulan. Ini di luar ekspektasi pemegang saham (Kementerian BUMN)," ujar Dirut PT RNI Ismed Hasan Putro, saat berkunjung ke Pabrik Gula Candi Baru di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (31/12/2012).

Menurut Ismed, keuntungan perusahaan juga dirasakan para karyawan. Mereka mendapatkan kenaikan jasa produksi atau jasprod yang besar. Bahkan, karyawan pabrik gula di Malang yang berada di bawah PT Rajawali I, bisa memperoleh jasprod hingga 15 kali gaji.

"Jasa produksi itu akan dibagikan nanti bulan Januari 2013," kata Ismed.

Kenaikan jasa produksi itu dirasakan semua karyawan, mulai dari level pimpinan, general manager, hingga sopir. Terdapat empat anak perusahaan yang telah memberikan kontribusi pada laba RNI, yakni pabrik gula (Rajawali I dan II), perusahaan sawit (Mitra Ogan) di Sumatera Selatan, perusahaan farmasi (Phapros), dan PT Nusindo.

Dari empat perusahaan tersebut, pabrik gula menyumbang 70 persen terhadap laba perusahaan. Bahkan, lanjut Ismed, PT Rajawali I yang mengelola tiga pabrik gula di Jawa Timur mampu meraup laba hingga Rp 190 miliar.

Ismed menjelaskan, strategi yang dilakukan manajemen baru RNI ada empat hal. Pertama, melakukan efisiensi secara ketat. Kedua, melakukan strategi baru dalam penjualan gula dengan memasuki pasar ritel. Ketiga, mengubah budaya kerja. Keempat, menghapuskan budaya ngentit (mencuri) gula, pengadaan, dan lain-lain.

Menurut Ismed, anak perusahaan yang masih rugi adalah perusahaan pabrik kulit (PT Tanjung Sari) dan pabrik kondom di Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Editor :

Marcus Suprihadi


09.38 | 0 komentar | Read More

Izin Maskapai Kingfisher Airlines Dicabut

Bisnis Penerbangan

Izin Maskapai Kingfisher Airlines Dicabut

Penulis : Haryo Damardono | Selasa, 1 Januari 2013 | 16:16 WIB

MUMBAI, KOMPAS.com - Maskapai India, Kingfisher Airlines telah kehilangan izin terbang, setelah gagal memenuhi sejumlah persyaratan sebuat maskapai di India. Maskapai ini tidak beroperasi sejak bulan Oktob er 2012 sejak aksi mogok karyawan yang gajinya tidak lagi dibayarkan perusahaan.

"Izin terbang Kingfisher, tidak lagi berlaku," kata Direktur Jenderal Penerbangan Sipil India Arun Mishra, dikutip dari kantor berita AFP, Selasa (1/1/2013).

Meski demikian juru bicara Kingfisher Airlines Prakash Mirpuri tetap menyatakan kepercayaan diri maskapai itu untuk mendapat persetujuan dari otoritas dalam rencana baru mereka. Kingfisher kini berutang jutaan dollar Amerika ke bank, bandara, penyuplai avtur, dan staf merekanamun terus berupaya mencari suntikan dana segar dari investor luar negeri.

Kisah Kingfisher merupakan kisah terburuk dari sebuah maskapai di India. Industri penerbangan di India, pada tahun lalu memang diwarnai oleh tingginya harga avtur, perang tarif, dan minimnya dukungan infrastruktur bandara.

Bila awalnya Kingfisher dikenal sebagai maskapai kedua terbesar di India, maka penetrasi pasarnya melorot menjadi hanya 3,5 persen penetrasi terendah di India, sebelum akhirnya benar-benar tak beroperasi.

Kingfisher, sebenarnya mengatakan, sedang dalam pembicaraan dengan beberapa investor luar negeri seperti Etihad Airways, yang beroperasi dari Abu Dhabi. Meski demikian, para analis meragukan keterangan dari Kingfisher tersebut.

Bila awalnya Kingfisher dikenal sebagai maskapai kedua terbesar di India, maka penetrasi pasarnya melorot menjadi hanya 3,5 persen penetrasi terendah di India, sebelum akhirnya benar-benar tak beroperasi.


09.38 | 0 komentar | Read More

Wapres Buka Perdagangan Bursa

Wapres Buka Perdagangan Bursa

Penulis : Tomy Trinugroho A. | Rabu, 2 Januari 2013 | 09:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Boediono, Rabu (2/1/2013), meresmikan pembukaan perdagangan hari pertama tahun 2013 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Boediono menekan layar sentuh tanda peresmian tepat pada pukul 09.00 WIB, dengan didampingi Menteri Keuangan Agus Martowardojo dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.

Wapres menuturkan, ia dan Presiden menyampaikan apresiasi kepada para pelaku pasar modal. Di tengah ketidakpastian global, mereka mampu mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk tumbuh menggembirakan.

Agus mengatakan, kesungguhan pelaku bursa diperlukan untuk pertahankan kinerja positif dan menjadi yang terbaik di tahun 2013.

Ketua Otoritas Jasa Keuangan Mulyaman Hadad mengungkapkan, mulai 1 Januari 2013, OJK ditugaskan untuk mengawasi lembaga keuangan bukan bank. "Kami telah siap. Dengan dukungan Anda, kami siap menjaga kredibilitas industri keuangan," ujarnya.


09.38 | 0 komentar | Read More

Sarat Demo, Hubungan Pengusaha-Buruh Tetap Baik

Written By Unknown on Selasa, 01 Januari 2013 | 09.38

Hubungan Industrial

Sarat Demo, Hubungan Pengusaha-Buruh Tetap Baik

Penulis : Suhartono | Senin, 31 Desember 2012 | 14:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyatakan, meskipun diwarnai berbagai aksi demo pekerja dan buruh yang marak selama tahun 2012 ini, secara keseluruhan hubungan industrial antara pengusaha dan pekerja serta buruh dapat dikatakan berjalan lancar, kondusif, dan tetap baik.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Humas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Suhartono dalam pernyataannya kepada Kompas, Senin (31/12/2012) siang ini.

Sehari sebelumnya, tambah Suhartono, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar sudah menyampaikan keterangan pers akhir tahunnya di Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. "Kondisi hubungan industrial di Indonesia antara pengusaha dan pekerja serta buruh selama tahun ini secara umum dapat dikatakan kondusif. Bahkan beberapa sektor, kondisinya malah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," kata Suhartono.

Menurut Suhartono, meskipun ada berbagai perbedaan pendapat, perdebatan maupun perselisihan, hubungan antara pengusaha dan pekerja serta buruh masih wajar dan kondusif. "Terjalinnya hubungan industrial yang baik, juga tercermin dengan rendahnya angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang turun hingga sekitar 60 persen. Data Kemnakertrans tahun lalu, jumlah kasus PHK menurun 3.875 kasus dengan melibatkan 17.106 orang tenaga kerja. Sedangkan pada tahun ini, jumlah kasus PHK menurun tajam dengan hanya terdapat 1.916 kasus PHK yang melibatkan 7.465 orang tenaga kerja saja," tambah Suhartono.

Suhartono menyatakan, ini merupakan salah satu indikator keberhasilan pemerintah dalam mendorong terjadinya dialog bipartit antara pengusaha dan pekerja serta buruh di perusahaan.

"Pemerintah akan terus mendorong agar masalah yang timbul antara pengusaha dan pekerja dapat diselesaikan lewat dialog terbuka dalam forum lembaga kerjasama (LKS) Bipartit di masing-masing perusahaan," lanjutnya.

Editor :

Marcus Suprihadi


09.38 | 0 komentar | Read More

Revitalisasi Pasar di Bali, Pemerintah Siapkan Rp 9 Miliar

Revitalisasi Pasar di Bali, Pemerintah Siapkan Rp 9 Miliar

Penulis : Didik Purwanto | Senin, 31 Desember 2012 | 15:55 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan saat ini tengah melakukan revitalisasi pasar di Bali. Revitalisasi tersebut membutuhkan dana sebesar Rp 9 miliar.

Dalam kunjungannya ke Denpasar dan Gianyar hari ini, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menjelaskan revitalisasi pasar ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

"Pasar memiliki peran besar bagi perekonomian, sehingga keberadaannya harus benar-benar dijaga," kata Gita di sela kunjungan di Denpasar, Bali, seperti dikutip dalam siaran persnya, Senin (31/12/2012).

Untuk wilayah Bali, pemerintah melakukan revitalisasi pasar di Pasar Nyanggelan di Denpasar dan Pasar Yadnya Blahbatuh serta Pasar Sukawati di Gianyar. Pemerintah menganggarkan dana Rp 6,5 miliar untuk revitalisasi pasar di Denpasar dan Rp 2,5 miliar di Gianyar.

Dana tersebut akan diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada 2013. Dana ini meningkat dari kucuran di tahun 2011 yang hanya sebesar Rp 7,5 miliar. Di tahun 2011 lalu, pemerintah melakukan revitalisasi Pasar Agung di Denpasar. Pasca revitalisasi, omzet para pedagang di Pasar Agung ini meningkat 128,1 persen.

"Revitalisasi pasar ini tentunya akan meningkatkan penghasilan para pedagang di ketiga pasar tersebut," tambahnya.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Gunaryo menjelaskan pasar harus menjadi tempat dimana bahan-bahan pokok tersedia dalam jumlah cukup dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Kemudian, pasar yang aman dan nyaman akan menarik lebih banyak pengunjung.

"Sehingga meningkatkan kegiatan perdagangan. Pada akhirnya, pasar dapat memberikan kemakmuran bagi masyarakat sekitarnya," kata Gunaryo.

Menurut Gunaryo, revitalisasi pasar di Denpasar dan Gianyar tersebut akan dilakukan pada awal 2013 dan diharapkan dapat selesai pembangunannya sekaligus dapat beroperasi pada akhir 2013.  

Editor :

Erlangga Djumena


09.38 | 0 komentar | Read More

Setelah Rugi, Kini PT RNI Raih Laba Rp 450 Miliar

SIDOARJO, KOMPAS.com- Salah satu perusahaan BUMN, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), akhirnya mampu mencetak laba hingga Rp 450 miliar. Itu baru laba hasil konsolidasi, diperkirakan laba bersihnya nanti sekitar Rp 300 miliar.

Ini merupakan pencapaian spektakuler bagi RNI karena selama 48 tahun berdiri, perusahaan yang banyak bergerak dalam industri gula ini tidak pernah mencatat laba yang spektakuler. Laba tertinggi RNI tahun 2009 Rp 118 miliar, itu pun karena ada penjualan aset perusahaan, bukan laba operasional bisnis. Sebelumnya, secara konsolidasi selalu di bawah Rp 100 miliar.

Pada tahun 2011, PT RNI membukukan kerugian Rp 68,4 miliar. Namun, setelah Menteri BUMN Dahlan Iskan merombak direksi PT RNI pada bulan Maret 2012, kinerja perusahaan ini melejit.

"Alhamdulillah, kinerja RNI naik hingga 500 persen hanya dalam waktu sembilan bulan. Ini di luar ekspektasi pemegang saham (Kementerian BUMN)," ujar Dirut PT RNI Ismed Hasan Putro, saat berkunjung ke Pabrik Gula Candi Baru di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (31/12/2012).

Menurut Ismed, keuntungan perusahaan juga dirasakan para karyawan. Mereka mendapatkan kenaikan jasa produksi atau jasprod yang besar. Bahkan, karyawan pabrik gula di Malang yang berada di bawah PT Rajawali I, bisa memperoleh jasprod hingga 15 kali gaji.

"Jasa produksi itu akan dibagikan nanti bulan Januari 2013," kata Ismed.

Kenaikan jasa produksi itu dirasakan semua karyawan, mulai dari level pimpinan, general manager, hingga sopir. Terdapat empat anak perusahaan yang telah memberikan kontribusi pada laba RNI, yakni pabrik gula (Rajawali I dan II), perusahaan sawit (Mitra Ogan) di Sumatera Selatan, perusahaan farmasi (Phapros), dan PT Nusindo.

Dari empat perusahaan tersebut, pabrik gula menyumbang 70 persen terhadap laba perusahaan. Bahkan, lanjut Ismed, PT Rajawali I yang mengelola tiga pabrik gula di Jawa Timur mampu meraup laba hingga Rp 190 miliar.

Ismed menjelaskan, strategi yang dilakukan manajemen baru RNI ada empat hal. Pertama, melakukan efisiensi secara ketat. Kedua, melakukan strategi baru dalam penjualan gula dengan memasuki pasar ritel. Ketiga, mengubah budaya kerja. Keempat, menghapuskan budaya ngentit (mencuri) gula.

Menurut Ismed, anak perusahaan yang masih rugi adalah perusahaan pabrik kulit (PT Tanjung Sari) dan pabrik kondom di Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Editor :

Marcus Suprihadi


09.38 | 0 komentar | Read More

Sky Aviation Terima Pesawat Sukhoi Pertama

Written By Unknown on Senin, 31 Desember 2012 | 09.38

Industri Dirgantara

Sky Aviation Terima Pesawat Sukhoi Pertama

Penulis : Dahono Fitrianto | Minggu, 30 Desember 2012 | 23:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Maskapai penerbangan Indonesia, Sky Aviation, resmi menerima pesawat penumpang Sukhoi Superjet 100 (SSJ 100) pertama dari perusahaan Sukhoi Civil Aircraft Company (SCAC), Sabtu (29/12).

Informasi yang diperoleh dari Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, Minggu (30/12), menyebutkan bahwa penandatanganan akta serah terima pesawat tersebut dilakukan oleh perwakilan Sky Aviation dan SCAC di Kota Ulyanovsk, Rusia.

Menurut jadwal, pesawat dengan nomor seri produksi (MSN) 95022 itu akan diterbangkan langsung dari pusat pengiriman Sukhoi di Ulyanovsk menuju bandar udara basis operasi Sky Aviation di Indonesia pada Januari 2013. Pada bulan yang sama, Sky Aviation langsung mengoperasikan pesawat tersebut.

Dokumen yang ditandatangani kedua pihak itu menyatakan bahwa secara teknis pesawat itu sudah memenuhi semua kriteria kinerja. Akta serah terima itu juga menegaskan bahwa SSJ 100 tersebut diserahkan ke operatornya dengan dokumentasi lengkap operasional dan pemeliharaan, serta berikut kit penerbangannya.


09.38 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger