Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Izin Penyedia Investasi Diperketat

Written By Unknown on Minggu, 03 Maret 2013 | 09.38

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berjanji akan meminta pemberi izin perusahaan investasi non keuangan untuk memperketat izin. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengatasi maraknya dugaan investasi emas bodong yang terjadi belakangan seperti Raihan Jewellery dan Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS).

Anggota Dewan Komisioner OJK bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono, menyatakan, OJK akan memperjelas perizinan lembaga non keuangan seperti perusahaan-perusahaan investasi emas. "Trading syariah adalah perusahaan yang bukan mendapat izin dari Bank Indonesia (BI) dan bukan dari Bapepam-LK," kata dia kepada KONTAN, Jumat (1/3/2013).

OJK sendiri akan meneruskan kasus investasi ini ke Satgas Waspada Investasi. Nah, Satgas Waspada Investasi akan menelusuri guna mencari tahu otoritas pemberi izin perusahaan-perusahaan investasi bodong itu. "Belum ditetapkan perizinan ada di mana. Masih dikoordinasikan dalam forum itu," tutur Kusumaningtuti.

Ia menduga, perusahaan investasi yang bermasalah saat ini tidak menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan surat izin usaha perdagangan (SIUP). Kemungkinan perusahaan tersebut memiliki izin usaha perdagangan, tetapi tidak mencakup menerima dan mengelola dana masyarakat.

Karena itu, OJK akan aktif menjalankan edukasi untuk mencegah penyimpangan investasi. Jika sudah telanjur terjadi seperti sekarang, verifikasi akan dilakukan Satgas Waspada Investasi.

Kusumaningtuti mengakui, OJK kerap menerima pengaduan masyarakat melalui call centre OJK. Masyarakat mengungkapkan kekhawatirannya terhadap uang investasi mereka yang tidak dapat kembali. Tetapi, proses pengusutan kasus penyimpangan investasi tak bisa dilaporkan ke publik. "Jika hasilnya sudah final, baru bisa kita sampaikan," tandasnya.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) pun mengaku tak berwenang menindak perusahaan investasi yang tengah bermasalah. Yang berwenang menindak perusahaan-perusahaan bermasalah tersebut adalah lembaga yang mengeluarkan izin. "Kecuali jika Bappebti yang mengeluarkan izin," Alfons Samosir, Kepala Biro Hukum Bappebti.

Soal penipuan investasi bodong, Kepolisian Daerah Jawa Timur menyatakan telah memeriksa tiga orang saksi penipuan Raihan Jewellery cabang Jawa Timur. Kepala Sub-Bidang Penerangan Masyarakat Polda Jatim, Suhartoyo mengatakan, pemeriksaan ketiganya berlangsung Jumat (1/3/2013) di Markas Polda Jawa Timur. Hasil pemeriksaan ini menjadi penentu apakah kasus ini masuk ke ranah pidana atau sekadar kasus perdata.

Kepolisian juga akan memeriksa pengelola Raihan Jewellery sebagai saksi. Namun, hal itu masih menunggu hasil gelar perkara.

Suhartoyo menjelaskan, kasus ini berawal dari laporan empat orang yang mengaku nasabah Raihan Jewellery cabang Jawa Timur. Keempat nasabah itu mengaku ditipu oleh Raihan Jewellery sekitar Rp 140 miliar.

Mereka tergoda dengan tawaran investasi emas ala Raihan Jewellery di tahun 2010 karena iming-iming imbal hasil tinggi. Namun, sejak awal Januari 2013, perusahaan ini berhenti membayar bonus kepada ribuan nasabahnya dan membuat panik nasabah Raihan. (Dina Farisah, Agung Jatmiko, Asep Munazat Zatnika/Kontan)

Ikuti perkembangnya di Topik Waspada Investasi Bodong

Baca juga:
Ini Daftar Investasi Bodong yang Sudah Makan Korban
Hati-hati Perangkap Investasi Bodong
Waspadai Investasi Bodong

Sumber :

KONTAN

Editor :

Erlangga Djumena


09.38 | 0 komentar | Read More

Yuk, Berteman dengan Pengeluaran

Oleh: Dwi Kisniarti*

KOMPAS.com - Kebutuhan bulanan terpenuhi, bebas utang, dan mempunyai alokasi dana untuk investasi tentunya menjadi kondisi keuangan ideal yang diharapkan sebagian besar orang. Untuk mewujudkan kondisi tersebut tentunya pendapatan harus lebih besar dibandingkan dengan total pengeluaran.

Cara bijak yang bisa digunakan adalah "berteman dengan pengeluaran" Anda! Jangan sampai kita berhadapan dengan kondisi dimana "Besar pasak daripada tiang" atau jumlah pengeluaran kita jauh lebih besar daripada pendapatan yang kita terima.

Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan untuk berteman dengan pengeluaran Anda:

1. Hitung pendapatan Anda
Langkah awal yang bisa dilakukan adalah hitung total pendapatan Anda selama setahun terutama jika Anda masih bekerja sebagai Karyawan. Namun apabila ada freelance atau memiliki usaha sendiri, hitung jumlah yang Anda perkirakan akan diterima setiap bulannya kemudian dikalikan dengan 12.

2. Lacak dan kategorikan pengeluaran bulanan saat ini
Kalau harus menulis tiap rupiah yang kita belanjakan tentunya membuat kita menjadi malas. Jangan dibawa stress, dengan perkembangan teknologi saat ini kita bisa langsung mencatat pengeluaran kita dengan mudah secara langsung melalui ponsel. Selanjutnya luangkan waktu untuk menganalisa pengeluaran beberapa minggu terakhir dan klasifikasikan sesuai dengan kategorinya (premier dan sekunder). Misalnya makanan, pengeluaran rumah tangga (air, listrik, telepon, dll).

3. Evaluasi dan mulai menyusun anggaran
Tahapan penting selanjutnya hitung total pengeluaran berdasarkan kategori yang sudah disusun. Apabila total pengeluaran lebih besar dibanding dengan pendapatan maka saatnya untuk mulai melakukan penyesuaian pengeluaran Anda pada kategori-kategori yang bisa disesuaikan. Misalnya selama ini anda menghabiskan Rp 500.000 untuk kategori hiburan (nonton, ngopi-ngopi, dll) maka kedepannya bisa mulai dikurangi 30-40 persen dengan mencari alternatif kegiatan lain yang tetap menghibur.

4. Monitor penerapan anggaran
Sukses atau tidaknya sebuah perencanaan sangat bergantung pada ekskusi yang dilakukan. Oleh karena itu penting untuk memonitor rencana anggaran yang sudah disusun .

5. Pelunasan utang adalah prioritas
Setelah pengeluaran pokok utama sudah terpenuhi, jangan lupa untuk menyisihkan pendapatan Anda untuk bisa melunasi utang Anda (terutama utang-utang tidak produktif misalnya kartu kredit, cicilan elektronik, dll). Setiap tambahan rejeki atau uang ekstra sisihkanlah untuk melunasi cicilan utang Anda. Walaupun sedikit tentunya akan memberikan perubahan dalam jangka panjang untuk cashflow keuangan Anda.

6. Jangan lupa siapkan dana darurat
Keperluan-keperluan dadakan kerapkali datang pada saat yang tidak diharapkan. Terkadang ketika harus menghadapi kondisi tersebut kita tidak siap dan kewahalan. Oleh karena itu ada baiknya kita menyisihkan sebagian dari pendapatan kita untuk dana darurat. Tidak ada aturan baku berapa dana darurat yang harus disisihkan, sebagai gambaran kita bisa mulai menyisihkan setidaknya 3-6 kali dari pendapatan bulanan kita secara bertahap untuk disimpan sebagai dana darurat.

7. Sisihkan terlebih dahulu untuk investasi
Tidak bisa dipungkiri sebagian besar dari kita masih banyak yang cenderung membelanjakan terlebih dahulu pendapatan yang diterima dan sisanya baru disimpan untuk tabungan ataupun investasi. Akan lebih bijak jika kita bisa menyisihkan terlebih dahulu sebagian pendapatan sebelum kita belanjakan.

*Dwi Kisniarti (SVP, Head of Wealth Management Commonwealth Bank Indonesia).

Editor :

Erlangga Djumena


09.38 | 0 komentar | Read More

Mentan Pastikan Produksi Gabah 2013 Naik

Mentan Pastikan Produksi Gabah 2013 Naik

Penulis : Kontributor Kendal, Slamet Priyatin | Minggu, 3 Maret 2013 | 08:30 WIB

KENDAL, KOMPAS.com - Pemerintah menyiapkan cadangan benih padi nasional sebanyak 25 ton untuk tahun 2013. Cadangan ini akan disalurkan untuk petani yang mengalami gagal panen akibat bencana.

Hal itu dikatakan Menteri Pertanian Suswono saat mengunjungi gudang benih PT Pertani di Desa Plantaran, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (2/3/2013) kemarin.

Suswono menjelaskan, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG), pada tahun 2013 ini cuaca cenderung baik dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk tanaman yang mengalami puso, pemerintah sudah menyiapkan bantuan berupa biaya pengolahan sebesar Rp 2,6 juta per hektar, ditambah Rp 1,1 juta untuk pengganti pupuk.

Sementara yang baru tanam dan rusak pemerintah menyediakan benih secara gratis. "Meskipun menurut BMKG, cuaca tahun ini baik, tapi kami tetap melakukan antisipasi," sambung Suswono.

Suswono menambahkan, produksi gabah kering tahun 2013 juga diperkirakan mengalami kenaikan. Dari 69 juta ton pada tahun 2012 menjadi 72 juta ton pada tahun ini. "Problem kita sekarang ini adalah lahan pertanian yang mulai sempit. Rata-rata sekarang ini, seorang petani hanya memiliki 0,2 sampai 0,3 hektar. Untuk mengatasi problem itu, petani bisa transmigrasi ke Kalimantan, yang lahannya masih luas," ungkap Suswono.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kendal, Sri Purwati menjelaskan, setidaknya ada 2.000 hektare tanaman padi yang terendam banjir, pada bulan Januari hingga Februari kemarin. Namun begitu, pihaknya masih melakukan pendataan untuk kemudian dilaporkan ke pemerintah pusat, agar petani yang sawahnya terendam air bisa mendapat bantuan benih. "Tanaman padi yang tergenang air itu, usianya sekitar satu minggu hingga satu bulan," kata Sri.

Editor :

Glori K. Wadrianto


09.38 | 0 komentar | Read More

Furnitur Kayu Jati Diminati di Jerman

Written By Unknown on Sabtu, 02 Maret 2013 | 09.38

Furnitur Kayu Jati Diminati di Jerman

Penulis : Eny Prihtiyani | Jumat, 1 Maret 2013 | 18:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai kontrak dagang sebesar 100.000 dollar AS diraih PT Diraja Surya Furniture daripembeli  asal Jerman, GSW Handle, pada hari ke-6 pameran MUBA 2013.

Produk-produk yang dipesan berupa outdoor furniture seperti meja, kursi, pot bunga, lantai dari kayu ja ti, yang akan dikirim pada perte ngahan Maret 2013.

Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Gusmardi Bustami, dalam siaran pers, Jumat (1/3/2013).

Gusmardi juga menyatakan kegembiraannya bahwa Pameran MUBA 2013 mampu memberikan peluang besar bagi para pengusaha Indonesia, salah satunya PT Diraja Surya Furnitur, meskipun Kemendag baru pertama kali berpartisipasi dalam pameran ini. "Nilai kontrak yang diterima PT Diraja Surya Furniture cukup fantastis," katanya.

Selain itu, PT Diraja Surya Furniture mendapatkan pesanan senilai 300.000 dollar AS dari perusahaan furnitur asal Swiss, Pfister, berupa indoor furniture, seperti meja dan kursi makan, serta tempat tidur dari kayu jati. Pengiriman pesanan ini akan dilakukan secara bertahap selama tahun 2013. Pfister sebelumnya juga pernah membeli produk-produk dari perusahaan ini.

Lukito Salim, pemilik PT Diraja Surya Furniture, asal Sidoarjo, Jawa Timur, mengatakan bahwa daya beli masyarakat Swiss sangat bagus walau hanya untuk produk kecil seperti baki dari kayu jati. Mereka lebih mementingkan kualitas dan fungsi produk-produk tersebut.


09.38 | 0 komentar | Read More

Pegawai Bank Diduga Gelapkan 51 Kg Emas Nasabah

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang pegawai Bank BRI Kanwil 2 Menara Mulia Gatot Subroto, Jakarta Pusat, menjadi tersangka dugaan penipuan dan penggelapan 51 kilogram emas milik nasabah. Nilai dari emas tersebut sekitar Rp 15 miliar.

"Satu orang berinisial AN selaku account officer ditahan sejak dua pekan lalu," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, di Jakarta, Jumat (1/3/2013). Kasus ini bermula dari laporan seseorang bernama Ratna Dewi ke Mapolda Metro Jaya pada November 2012.

Sebelumnya, Ratna menempatkan 51 kilogram emas dalam kepingan 500 gram sebagai fidusia di bank pelat merah ini. Pada 25 September 2012, Ratna mendapat undangan dari bank. Pada saat itu Ratna juga berniat menambah fidusianya dengan 7 kilogram emas, sekaligus mengubah ke transaksi gadai. Namun, justru saat itulah emas Ratna dinyatakan palsu.

"Setelah diberitahu emasnya palsu, pelapor mengadakan pengecekan lewat bukti foto dan ternyata emas di brankas berbeda dengan emas yang ada di foto, begitu juga dengan nomor serinya," jelas Rikwanto. Setelah diadakan pengusutan, terbukti bahwa AN pernah mengajak perwakilan sebuah bank syariah untuk mengecek emas milik Ratna tanpa sepengetahuannya.

Menurut prosedur yang ada, untuk bisa mengecek emas fidusia harus menggunakan dua kunci, yaitu kunci dari bank dan pemilik. Saat dimintai keterangan, AN tidak bisa menjawab dari mana ia mendapat kewenangan untuk memeriksa emas milik Ratna. "Saat ditanya job-desc dan izin dari mana, ia tidak bisa menjawab," jelas Rikwanto.

Setelah memeriksa 29 saksi yang berasal dari pihak Antam, Pegadaian, Bank BRI, dan bank syariah yang diajak AN untuk mengecek emas Ratna, AN pun ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Adapun emas milik Ratna Dewi hingga kini masih raib dan sedang dilacak keberadaannya.

Editor :

Palupi Annisa Auliani


09.38 | 0 komentar | Read More

Setengah Abad Tas Elizabeth

Oleh Robert Adhi KSP

Handoko Subali (85) dan Elizabeth Halim (72) tidak pernah bermimpi usaha tas Elizabeth yang mereka rintis tahun 1963 berkembang pesat dan mencapai usia 50 tahun pada tahun ini. Dan kini, gerai tas Elizabeth tersebar di sejumlah kota di Indonesia, hampir di semua ibu kota provinsi di negeri ini.

Jika pada awalnya Handoko memasarkan sendiri tas dengan naik sepeda dari toko ke toko di Bandung, kemudian naik bus dari kota ke kota di Jawa, dan mempekerjakan salesman, mulai 1996 tas Elizabeth dipasarkan dengan membuka cabang dan gerai ritel di banyak mal di sejumlah kota di Indonesia.

Tahun 1962, kehidupan ekonomi keluarga baru itu sulit. Handoko mencari modal usaha dengan meminjam uang dari teman baiknya. Dia juga mendapat modal tambahan hasil arisan teman-teman ayah Elizabeth.

Modal mereka saat itu hanya satu mesin jahit dan satu sepeda kumbang. Dengan sepeda itulah, Handoko menawarkan tas dari toko ke toko di Jalan Kosambi (Jalan Ahmad Yani) dan Jalan Otista. Mereka menyewa rumah di Jalan Kebon Tangkil, Gardujati.

Sejak kecil, Elizabeth suka menjahit baju. Ia berpikir membuat tas tidak beda jauh dengan menjahit baju. Jadi, ia tidak kesulitan memulai usaha tas.

Handoko dan istri memilih tas perjalanan (travel bag) sebagai tas pertama yang diproduksi. Tahun 1963, pesanan tas sekitar dua lusin sehari dan dikerjakan tiga orang. Akhir tahun 1963, produksi rata-rata enam lusin sehari dengan delapan tenaga kerja.

Tahun 1965, pasangan ini pindah ke rumah sendiri di Kalipah Apo. Saat itu, jumlah karyawan 15 orang dan mereka diperlakukan sebagai anak asuh. Setiap anak asuh diberikan satu mesin jahit, bahan baku, dan aksesorinya.

Satu anak asuh rata-rata bisa menghidupkan lima orang karena mereka dibantu istri, anak, saudara. Setelah selesai membuat tas, mereka mendapat upah. Tiga-empat hari kemudian, mereka mengambil lagi bahan mentah. Tas-tas tersebut belum diberi merek.

Akhir tahun 1968, mereka menggunakan merek Elizabeth karena mudah diingat. Merek Elizabeth pun dipatenkan, bukan hanya pada tas bermerek Elizabeth, melainkan juga pada nama toko yang beroperasi tahun 1974.

Salah satu rahasia sukses tas Elizabeth adalah penggunaan bahan tas yang tidak ada di pasaran Indonesia sehingga perusahaan lain sulit meniru.

Sejak tahun 1972, Handoko dan Elizabeth ke Hongkong dan Singapura untuk mengikuti tren tas terkini. Kini, aktivitas ini dilanjutkan putri mereka, Lisa Subali.

Tahun 1972, keluarga Handoko pindah ke Jalan Otista. Produksi di Otista sebanyak 60 lusin per hari dikerjakan sekitar 100 anak asuh.

Tahun 1985, Handoko dan Elizabeth membeli tanah di Leuwigajah di kawasan industri Cimahi-Cimindi. Dua tahun kemudian, pabrik beroperasi. Mereka ingin memiliki satu tempat di mana semuanya dikerjakan dengan pengawasan yang baik. Jumlah karyawan saat itu 150 orang. Sistem anak asuh bertahap dikurangi.

Sejak tahun 1980-an, banyak pembeli, termasuk duta besar dan diplomat, datang ke Bandung. Salah satunya mengunjungi ruang pamer toko tas Elizabeth di Jalan Otista. Harga tas ditawar dengan harga grosir.

Untuk memperluas pemasaran, tahun 1982 mereka membangun gerai berlantai tiga di Jalan Otista. Dan tahun 1997, mereka membangun ruang pamer berlantai lima di Jalan Inggit Ganarsih.

Tak pinjam bank
Tahun 1998, saat krisis ekonomi, usaha tas Elizabeth tidak terkena dampak serius. Mengapa? Saat merintis usaha, mereka tidak meminjam uang ke bank, apalagi dalam bentuk dollar AS. "Punya uang berapa, itu yang dipakai berdagang," kata Elizabeth.

Tak meminjam uang bank karena sesungguhnya Handoko tak berambisi besar. Mereka berdagang tidak melebihi jumlah uang yang dimiliki. Handoko tidak punya utang ke bank. Mereka hanya punya utang dagang ke pemasok yang dibayar sebulan sampai dua bulan sekali. Karena tertib membayar, Handoko dan Elizabeth selalu menjadi pengusaha pertama yang ditawari bahan baku yang bagus.

Elizabeth Halim mengungkapkan, salah satu kunci sukses usaha tas Elizabeth adalah tepat waktu bayar. Hal itu dilakukan mereka sejak tahun 1963.

Kunci sukses lain adalah sejak awal Elizabeth memproduksi tas dengan harga terjangkau. Karena itu, ia tidak mau menggunakan kulit asli, tetapi menggunakan kulit imitasi. Meski imitasi, tas ini tetap mempertahankan kualitas dan selalu mengikuti tren terkini.

Keluarga Subali tidak hanya fokus pada produksi tas perempuan, tetapi juga tas kosmetik, tas perjalanan, tas kerja, dompet, dan ransel.

Harga tas Elizabeth saat ini berkisar Rp 150.000 dan Rp 300.000. Lebih dari 60 persen produk adalah tas perempuan multifungsi, bisa digunakan ke kantor sekaligus untuk jalan-jalan. Tas Elizabeth juga membuat produk terbatas, eksklusif, unik, dan trendi.

Lisa tidak khawatir apabila desain tas dicontek. "Desain itu universal. Dipatenkan pun tidak bisa," katanya.

Bagaimana jika tenaga kerja dibajak? "Sudah banyak tenaga kerja Elizabeth dibajak, tetapi kami tidak pernah khawatir. Malah kami bangga dapat mencetak banyak bibit dan senang mereka, yang pernah bekerja di tas Elizabeth, maju," kata Lisa. Saat ini, jumlah karyawan di pabrik 800 orang.

Bagaimana sampai bisa bertahan hingga setengah abad? "Yang harus selalu dipertahankan adalah semangat untuk terus berkarya dan berusaha," kata Handoko.

Elizabeth Halim berkeyakinan, "Tak ada yang tidak bisa dikerjakan." Pedoman inilah yang membuat tas Elizabeth terus berkembang.

Handoko mengakui sudah puas dengan apa yang dicapai perusahaan yang didirikannya 50 tahun silam. Ia menyerahkannya kepada anak-anak dan cucu-cucu untuk mengembangkan usaha. Yang penting mereka sudah dibekali pendidikan maksimal. "Empat anak yang meneruskan usaha selalu kompak. Perusahaan akan tetap besar bila mereka tetap bersatu, akur satu dengan yang lain," kata Handoko.

Apa kegiatan Handoko yang tetap sehat dan bugar di usia senja? "Saya menikmati masa tua. Pagi-pagi saya joging berkeliling Lapangan Tegallega lima kali. "Aktivitas sehari-hari, membaca koran, tetap latihan menulis huruf kanji, dan masih suka membuat sajak filosofi," kata Handoko.

Handoko pernah menjabat Presiden Komunitas Marga Lie sedunia, juga sewilayah Kota Bandung, dan Chairman Yayasan Sosial Dana Priangan selama tiga periode. Handoko pernah meraih penghargaan Upakarti tahun 1998 sebagai Bapak Peduli Industri Kecil.

Elizabeth Halim pernah terpilih sebagai salah satu Kartini Indonesia tahun 1995 bersama 20 perempuan Indonesia lainnya. (KOMPAS Cetak, Sabtu, 2 Maret 2013, halaman 20)

Tak meminjam uang bank karena sesungguhnya Handoko tak berambisi besar. Mereka berdagang tidak melebihi jumlah uang yang dimiliki. Handoko tidak punya utang ke bank


09.38 | 0 komentar | Read More

Rupiah Rawan ke 9.690 Per Dollar AS

Written By Unknown on Jumat, 01 Maret 2013 | 09.38

NILAI TUKAR

Rupiah Rawan ke 9.690 Per Dollar AS

Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto | Jumat, 1 Maret 2013 | 08:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Nilai tukar rupiah menguat dalam beberapa hari terakhir setelah investor asing masuk ke pasar portofolio Indonesia. Namun, potensi pelemahan rupiah masih mengintai, termasuk pada perdagangan Jumat (1/3/2013) ini.

Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan ditutup di level Rp 9.669 per dollar AS (kurs tengah Bloomberg) mengikuti penguatan sebagian besar mata uang Asia lainnya pada perdagangan kemarin.

Penguatan juga terjadi pada sebagian besar bursa Asia termasuk bursa Indonesia (IHSG). IHSG kembali mencatat rekor menjadi 4.795,79 (+1,68 persen). Sedangkan harga minyak mentah kembali turun. Harga Brent masih turun 0,44 persen menjadi 111,38 dollar AS per barrel dan harga WTI turun menjadi 91,83 dollar AS per barrel (0,24 persen).

Bursa global ditutup variatif semalam. Indeks Dow Jones turun tetapi indeks di bursa Eropa naik. Kemungkinan, menurut ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, bursa Asia akan terkoreksi merespon kemungkinan gagalnya kompromi Presiden Obama dengan partai Republik untuk masalah pemangkasan defisit anggaran di AS.

"Sedangkan untuk rupiah kami perkirakan cenderung melemah menuju kisaran Rp 9.670-Rp 9.690 per dollar AS (kurs tengah Bloomberg)," kata Lana. 


09.38 | 0 komentar | Read More

Asia Dibuka Melemah, IHSG Rawan Terseret

PASAR MODAL

Asia Dibuka Melemah, IHSG Rawan Terseret

Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto | Jumat, 1 Maret 2013 | 09:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bursa saham Asia dibuka melemah merespon sentimen kegagalan pemerintah dan Kongres AS mengkompromikan solusi pemotongan defisit anggaran otomatis. Ini pun memberi tekanan bagi Indeks Harga Saham Gabungan pada Jumat (1/3/2013) ini.

Harga minyak melanjutkan pelemahannya pagi ini ke level 91,5 dollar AS per barrel. Riset Samuel Sekuritas Indonesia memerkirakan IHSG cukup rawan ambil untung hari ini setelah kemarin kembali menguat signifikan dan menembus level tertinggi baru.

Pasar akan mengantisipasi rilis data inflasi bulan Februari yang diperkirakan hanya sekitar 0,29 persen dibanding bulan lalu. Data neraca perdagangan yang diperkirakan kembali defisit juga menjadi sentimen negatif.

Minimnya sentimen positif baru akan membuat beberapa saham yang telah menguat signifikan kemarin berpotensi terkoreksi seperti sektor perbankan, properti dan telekomunikasi. Level dukungan indeks ada di level 4.751.


09.38 | 0 komentar | Read More

Dibuka Menguat, IHSG Gapai Level 4.800

PASAR MODAL

Dibuka Menguat, IHSG Gapai Level 4.800

Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto | Jumat, 1 Maret 2013 | 09:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaku pasar mengambil posisi beli di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jumat (1/3/2013). Indeks Harga Saham Gabungan pun menembus level 4.800 setelah dibuka menguat tipis pagi ini. IHSG dibuka menguat 3,875 poin (0,08 persen) ke level 4.799,664.

Indeks LQ45 dibuka naik tipis 0,770 poin (0,09 persen) ke level 825,514. Memasuki lima menit perdagangan, indeks pun naik 10,037 poin (0,21 persen) ke level 4.805,826.

Indeks akan diuji kekuatannya menghadapi kemungkinan ambil untung sebagian pelaku pasar hari ini. Posisi investor asing yang jumlahnya masih mayoritas di BEI akan menentukan arah pergerakan indeks.

Sentimen negatif dari bursa global, khususnya Amerika Serikat, semalam waktu Indonesia, direspon dengan pelemahan bursa Asia. Indeks Nikkei 225 turun 37,33 poin (0,32 persen) ke level 11.522,03.

Indeks Komposit Shanghai menipis 0,46 poin (0,02 persen) ke level 2.365,13. Indeks Hang Seng melemah 86,97 poin (0,38 persen) ke level 22.933,30. 


09.38 | 0 komentar | Read More

RPH Menolak Sapi Lokal

Written By Unknown on Kamis, 28 Februari 2013 | 09.38

JAKARTA, KOMPAS.com — Tuding-menuding dan saling menyalahkan terjadi atas lonjakan harga daging sapi di pasar dalam negeri, terutama di Jabodetabek. Jika konsumen dan pengusaha ritel mengatakan kenaikan harga karena adanya pemangkasan impor, pemerintah mengatakan penyebabnya adalah harga sapi bakalan yang sudah tinggi dan adanya penolakan RPH di DKI Jakarta untuk memotong sapi-sapi lokal dari sentra produksi.

Pemangkasan kuota impor daging sapi, baik langsung maupun tidak langsung, telah membuat harga daging sapi meroket. Namun di sisi lain, kebijakan itu membuat peternak sapi bergairah.

Hal itu seperti diungkapkan Eko Dodi Pramono, anggota kelompok tani ternak Bangun Rejo di Bawen, Jawa Tengah; dan Ngaliman Reso Sudarmo, anggota kelompok ternak sapi Sari Andhini Group di Yogyakarta. Menurut Ngaliman, harga daging sapi yang tinggi membuat peternak mampu menambah jumlah sapinya.

Jika dahulu satu peternak hanya memiliki 3 hingga 5 sapi, maka saat ini mereka bisa memiliki 10 hingga 15 sapi. "Harga di rumah pemotongan hewan (RPH) mencapai Rp 31.000 per kg. Harga daging di pasar normal Rp 70.000 kg hingga Rp 80.000 per kg, tergantung kualitas daging," kata Ngaliman.

Hanya, alasan menaikkan pendapatan peternak tidak cukup menjelaskan mengapa pemerintah mengambil kebijakan pemangkasan kuota impor. Sebab, yang dirasakan konsumen saat ini adalah kenaikan harga daging sapi di luar batas kewajaran, bahkan di atas Rp 100.000 per kg.

Soal tingginya harga daging sapi, terutama DKI Jakarta dan sekitarnya, Syukur Iwantoro, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, punya analisis sendiri. Menurutnya, ada dua penyebab mengapa hal itu terjadi.

Pertama, tingginya harga daging sapi bakalan impor yang mencapai kisaran 3,05 dollar AS per kg  bobot hidup sehingga di kandang feedloter harganya menjadi Rp 32.000 per kg bobot hidup. Setelah digemukkan, sapi dijual ke RPH sebesar Rp 35.000 per kg bobot hidup. "Karena itulah harga daging di lapangan bisa mencapai Rp  90.000 per kg," katanya. Terlebih lagi, di DKI Jakarta, 70 persen pasokan daging sapi berasal dari bakalan impor.

Kedua, Syukur menuding ada banyak RPH di Jabodetabek yang menolak sapi lokal sehingga sapi lokal dari sentra produksi sulit masuk ke DKI Jakarta. "Bukan sapi lokal yang tidak ada," katanya. Mana yang benar, masih menjadi teka-teki. Menurut Syukur, pemerintah sedang melakukan penyelidikan terkait diskriminasi sapi potong di beberapa RPH.

Namun, sumber KONTAN yang menjadi distributor daging sapi di Jakarta menolak tudingan itu.  "RPH kekurangan pekerjaan. Ada penurunan pasokan 70 persen. Jadi, mengapa menolak?" katanya. Walau populasi sapi di daerah banyak, mendapatkannya susah karena petani hanya menjual kalau butuh uang.

Yang pasti, kebutuhan konsumsi daging di Jabodetabek memang tinggi, mencapai 7,3 kg per kapita per tahun. Ini lebih tinggi dari rata-rata nasional 2,2 kg per kapita per tahun. Karena itu, peluang bisnis ini memang masih lebar. (Fitri Nur Arifenie, Uji Agung Santosa/Kontan)


09.38 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger