Harga Gandum Naik karena Kekeringan
Penulis : Eny Prihtiyani | Rabu, 10 Oktober 2012 | 09:22 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Kekeringan melanda ladang gandum dari Rusia sampai Australia berpengaruh terhadap harga gandum di pasar internasional. Pasokan gandum diperkirakan akan berkurang sehingga harganya kembali naik. Harga untuk kontrak Desember di CBOT naik 0,4 persen menjadi 8,6425 dollar AS per bushel.
Kenaikan harga gandum juga disebabkan oleh adanya estimasi bahwa ekspor gandum Amerika Serikat untuk tahun ini akan mengalami penurunan. Sedangkan produksi gandum Australia selama bulan Oktober ini diperkirakan akan sebesar 22,5 juta ton atau turun dibandingkan dengan produksi bulan September yang sebesar 26 juta ton.
Jika harga gandum dunia naik, maka dampaknya terh adap harga di dalam negeri akan terasa dalam jangka waktu 3 bulan sampai 4 bulan kemudian. Kekeringan hebat juga telah melanda Rusia, sebagai salah satu produsen gandum dunia, sehingga telah menaikkan harga gandum .
Stok gandum dunia diperkirakan menurun menjadi 179 juta ton sehingga volume yang diperdagangkan pun akan menurun, yang akan mengerek harga gandum lebih tinggi lagi. Tahun ini, Indonesia mengimpor gandum 4 juta ton.
Anda sedang membaca artikel tentang
Harga Gandum Naik karena Kekeringan
Dengan url
https://inpobisniskeuangan.blogspot.com/2012/10/harga-gandum-naik-karena-kekeringan.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Harga Gandum Naik karena Kekeringan
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Harga Gandum Naik karena Kekeringan
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar