JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank International Indonesia Tbk (BBII) mencatatkan kenaikan laba bersih hingga kuartal III-2012 sebesar Rp 922 miliar, naik 66 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan laba ditopang oleh pendapatan operasional.
Presiden Direktur BII Dato Khairussaleh Ramli menjelaskan pendapatan bunga bersih perseroan naik 28 persen dari Rp 3,1 triliun menjadi Rp 3,9 triliun. "Meski perbankan nasional mengalami persaingan ketat, tapi kami masih mencatat kinerja yang positif," kata Dato di Jakarta, Selasa (30/10/2012).
Menurut Dato, rasio marjin bunga bersih (NIM) perseroan naik dari 5,53 persen menjadi 5,88 persen. Hal ini disebabkan perbaikan kelanjutan dari beban dana bank. Penurunan beban provisi sebesar 5 persen menjadi Rp 868 miliar pada 30 September 2012 dibandingkan Rp 912 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara pendapatan operasional lainnya (fee based income) stabil sebesar Rp 1,6 triliun meski terdapat penurunan pada pendapatan administrasi kredit dari anak perusahaan yang dikonsolidasikan dalam pembiayaan kendaraan roda dua. Dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas aset. "Bila tidak termasuk pembiayaan kendaraan roda dua, fee based income Bank meningkat sebesar 9 persen," tambahnya.
Namun penurunan pada fee based income ini diimbangi oleh pertumbuhan yang kuat pada porsi pendapatan bunga. Di sisi kredit perseroan mencatatkan kenaikan 22 persen dari Rp 62 triliun menjadi Rp 75,9 triliun. Kredit global wholesale banking yang merupakan kredit korporasi dan komersial memberi kontribusi 37 persen dari total kredit.
Sementara kredit UKM dan konsumer masing-masing sebesar 28 persen dan 35 persen. Sementara dana pihak ketiga (DPK) naik 20 persen dari Rp 66,7 triliun menjadi Rp 79,8 triliun. Tabungan naik 14 persen menjadi Rp 16,8 triliun, giro naik 20 persen menjadi Rp 13 triliun dan deposito naik 22 persen menjadi Rp 50 triliun.
"Sehingga rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) sebesar 94,26 persen, naik dibanding tahun lalu 92,64 persen. Namun untuk LDR bank saja tanpa entitas anak usaha sebesar 88,47 persen," tambahnya.
Sementara rasio kecukupan modal (CAR) masih bertahan di level 12,33 persen. Rencananya, di Oktober ini, perseroan akan merampungkan proses penerbitan obligasi subordinasi Rp 1 triliun dan penerbitan obligasi Rp 2 triliun. "Kami berharap penerbitan kedua jenis obligasi ini selesai pada akhir Oktober 2012," tambahnya.
Ikuti liputan khusus Cerdas Berasuransi
Editor :
Erlangga Djumena
Anda sedang membaca artikel tentang
Laba Bersih BII Naik 66 Persen
Dengan url
https://inpobisniskeuangan.blogspot.com/2012/10/laba-bersih-bii-naik-66-persen.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Laba Bersih BII Naik 66 Persen
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Laba Bersih BII Naik 66 Persen
sebagai sumbernya
1 komentar:
kita juga punya nih jurnal mengenai laba bersih silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/5064/1/Power%20Point%20Ade.pdf
Posting Komentar