JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah mempersiapkan beberapa opsi untuk menekan subsidi energi tahun depan. Salah satunya, meningkatkan efisiensi pemakaian bahan bakar minyak dan pengoperasian pembangkit listrik.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Rudi Rubiandini menyatakan hal itu dalam diskusi panel ahli Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama, Jumat (19/10/2012), di Jakarta.
Rudi menyatakan, pemerintah akan berupaya menekan subsidi energi melalui kenaikan tarif tenaga listrik (TTL). " Kenaikan tarif listrik sudah disetujui, hanya tinggal melaksanakannya dengan baik, bagaimana mengaturnya supaya masyarakat bisa menerima," katanya.
Sementara untuk menekan besaran subsidi BBM, menurut Rudi, pemerintah membuka beberapa opsi. Pertama, dari yang sangat ringan, yaitu melakukan efisiensi melalui sosialisasi. Kedua, efisiensi subsidi energi melalui konversi dari bahan bakar minyak ke bahan bakar gas. "Itu juga sekarang kami lakukan," ujarnya.
"Kami mencoba meyakinkan pihak DPR, apakah benar apabila tahun depan kami coba mengurangi subsidi untuk BBM, akan diizinkan," kata Rudi.
Jika DPR memberi sinyal hijau, pemerintah akan membahasnya dengan DPR. Pembahasan itu untuk membicarakan opsi apa yang membuat rakyat makin menerima, tetapi negara tidak dibebankan begitu besar. "Saat ini kami masih membereskan pembahasan RAPBN 2013, baru penambahan kuota BBM 2012 dan baru membereskan kenaikan tarif listrik," ungkapnya.
Pemerintah dalam waktu dekat akan berkomunikasi dengan DPR untuk membicarakan mengenai beberapa opsi penurunan subsidi energi. "Kami sejak lama telah memiliki perhitungan mengenai opsi kenaikan harga BBM ini, tetapi tentu itu harus dibahas dulu dengan pemerintah secara menyeluruh dan dikomunikasikan dengan DPR," tuturnya.
Anda sedang membaca artikel tentang
Subsidi Energi Harus Ditekan
Dengan url
https://inpobisniskeuangan.blogspot.com/2012/10/subsidi-energi-harus-ditekan.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Subsidi Energi Harus Ditekan
namun jangan lupa untuk meletakkan link
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar