PASAR MODAL
Asia Dibuka Menguat, IHSG Tersemangati
Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto | Senin, 26 November 2012 | 09:20 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Mayoritas bursa Asia pada Senin (26/11/2012) pagi ini dibuka menguat sehingga bakal menyemangati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan.
Penguatan bursa Asia terdorong oleh sentimen positif dari penguatan bursa Amerika Serikat di pekan kemarin dan nilai tukar Yen Jepang yang kembali melemah. Sementara harga minyak pagi ini terkoreksi tipis ke level 88 dollar AS per barrel sementara nilai tukar rupiah relatif flat di level Rp 9.644 per dollar AS.
Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, IHSG hari ini diperkirakan akan kembali dibuka menguat seiring sentimen positif penguatan bursa regional. Namun, saham-saham sektor CPO akan mengalami tekanan seiring koreksi signifikan harga CPO di akhir pekan lalu.
Sektor perbankan diperkirakan akan menguat pasca sosialisasi beberapa peraturan yang menghilangkan ketidakpastian akan gambaran perbankan ke depan. IHSG diperkirakan akan bergerak menguat dengan resistance di level 4.365.
Bursa AS membukukan reli sekitar 3,6 persen sepanjang pekan kemarin, tertinggi dalam 20 pekan terakhir. Ini seiring pasar kembali optimis akan adanya kompromi solusi fiscal cliff dari pemerintah AS dan Kongres serta rilis data manufaktur China yang menunjukkan sinyal ekspansi sejak 18 bulan terakhir.
Di akhir pekan kemarin yang dikenal sebagai Black Friday, bursa AS ditutup menguat sekitar 1,3 persen karena sentimen positif dari rilis data manufaktur China. Harga minyak turut menguat di akhir pekan kemarin ke level 88,3 dollar AS per barrel diikuti mayoritas harga metal dunia.
Anda sedang membaca artikel tentang
Asia Dibuka Menguat, IHSG Tersemangati
Dengan url
https://inpobisniskeuangan.blogspot.com/2012/11/asia-dibuka-menguat-ihsg-tersemangati.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Asia Dibuka Menguat, IHSG Tersemangati
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Asia Dibuka Menguat, IHSG Tersemangati
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar