Mata Uang Asia Variatif, Rupiah Diperkirakan Stabil
Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto | Senin, 12 November 2012 | 08:46 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah kembali diuji kekuatannya pada pekan ini, Senin (12/11/2012). Di tengah sentimen negatif, rupiah diperkirakan bergerak di rentang tipis dalam kecenderungan stabil seperti di akhir pekan lalu. Rupiah ditutup menguat menjadi Rp 9.620 per dollar AS (kurs tengah Bloomberg) pada perdagangan pekan lalu.
Penguatan biasa terjadi pada akhir minggu perdagangan. Sementara itu, sebagian besar bursa Asia ditutup turun, tetapi bursa Indonesia (IHSG) naik 0,13 persen menjadi 4.333,64. Harga minyak mentah Brent dan WTI kembali naik. Harga Brent menjadi 109,40 dollar AS per barrel (2,0 persen) dan harga WTI menjadi 86,07 dollar AS per barrel (1,15 persen). Sebagian besar pasar global ditutup naik pada akhir perdagangan pekan lalu.
Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, menyatakan untuk pasar Asia kemungkinan masih variatif pada hari ini mengikuti indeks future pasar Asia. "Untuk rupiah kami perkirakan stabil di kisaran antara Rp 9.620-Rp 9.630 per dollar AS," kata Lana.
Anda sedang membaca artikel tentang
Mata Uang Asia Variatif, Rupiah Diperkirakan Stabil
Dengan url
https://inpobisniskeuangan.blogspot.com/2012/11/mata-uang-asia-variatif-rupiah.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Mata Uang Asia Variatif, Rupiah Diperkirakan Stabil
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Mata Uang Asia Variatif, Rupiah Diperkirakan Stabil
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar