Nilai Tukar
Tekanan Kembali Membayangi Rupiah
Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto | Kamis, 8 November 2012 | 09:07 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Nilai tukar rupiah diperkirakan kembali melemah pada perdagangan Kamis (8/11/2012). Kekhawatiran baru atas kondisi fiskal di Amerika Serikat dan masa depan Uni Eropa menjadi sentimen negatif pasar uang regional hari ini.
Pada perdagangan kemarin, nilai tukar rupiah kembali melemah tipis menjadi Rp 9.629 per dollar AS (kurs tengah Bloomberg). Bursa Asia ditutup variatif, sementara bursa Indonesia (IHSG) naik 0,84 persen menjadi 4.350,43. Sementara itu harga minyak mentah Brent dan WTI ditutup turun. Harga Brent melemah menjadi 106,65 dollar AS per barrel (-3,98 persen) dan harga WTI menjadi 84,44 dollar AS per barrel (-4,81 persen).
Pasar global ditutup melemah kemarin mengkawatirkan masalah jurang fiskal (fiscal cliff) di AS dengan terpilihnya kembali Obama sebagai Presiden AS.
Menurut ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, pasar Asia kemungkinan masih akan variatif hari ini mengikuti indeks future pasar Asia yang mencatat variatif. "Untuk rupiah kami perkirakan masih ada potensi pelemahan di antara Rp 9.630 dan Rp 9.640 per dollar AS," kata Lana.
Editor :
Marcus Suprihadi
Anda sedang membaca artikel tentang
Tekanan Kembali Membayangi Rupiah
Dengan url
https://inpobisniskeuangan.blogspot.com/2012/11/tekanan-kembali-membayangi-rupiah.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Tekanan Kembali Membayangi Rupiah
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Tekanan Kembali Membayangi Rupiah
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar