JAKARTA, KOMPAS.com - Mendekati akhir tahun ini, isu fiscal cliff atau jurang fiskal di Amerika Serikat terus bergema di pasar keuangan. Saat negosiasi mengenai fiscal cliff antara pihak Demokrat dan Republik menemui jalan buntu, indeks saham rontok, harga komoditi berguguran.
Apa yang terjadi jika masalah ini tidak terselesaikan? Hal ini akan memicu berlakunya secara otomatis regulasi yang mengharuskan tidak adanya perpanjangan pemotongan pajak yang antara lain meliputi pajak penghasilan, investasi, yang diatur pada masa pemerintahan Presiden George W Bush.
Selain itu tunjangan pengangguran juga tidak akan diperpanjang. Anggaran belanja juga akan dipangkas secara masif pada Januari 2013. Menurut Kantor Anggaran Kongres, kombinasi dari kenaikan pajak dan pemangkasan belanja akan menarik keluar stimulus sebesar lebih dari 500 miliar dollar AS dari perekonomian AS dalam sembilan bulan pertama di 2013.
"Ini akan membawa AS masuk dalam resesi di tahun depan karena pertumbuhan Produk Domestik Bruto akan minus," kata Kepala Riset dan Analisis Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, di Jakarta, Senin (3/12/2012).
Resesi di Amerika Serikat yang notabene adalah negara dengan perekonomian terbesar dunia tentu saja akan mempengaruhi perekonomian global. Pelemahan ekonomi bisa menular ke seluruh dunia.
Ekspansi bisnis yang direncanakan pada akhir tahun lalu oleh perusahaan-perusahaan AS akan urung dilaksanakan karena kenaikan pajak dan proyeksi penurunan permintaan.
Pada Bulan Desember ini, negosiasi akan terus berlangsung dengan batas waktu yang kian dekat. Pihak Partai Demokrat menginginkan tidak adanya kenaikan pajak bagi warga negara yang berpenghasilan di bawah 250.000 dollar AS dan menaikan pajak penghasilan untuk warga yang berpenghasilan di atas 250.000 dollar AS.
Sementara Partai Republik menolak usulan itu, mereka menginginkan agar seluruh warga negara tidak mengalami kenaikan tanpa terkecuali dan memangkas belanja untuk program kesehatan medicare yang dirancang Obama.
"Oleh karena itu, isu fiscal cliff ini akan menjadi motor penggerak utama pasar keuangan di bulan Desember ini. Sentimen risk appetite atau minat terhadap risiko akan didukung oleh negosiasi yang berhasil sementara sentimen risk aversion atau alih risiko akan diprovokasi oleh negosiasi yang menemui jalan buntu," kata Ariston.
Editor :
Tjahja Gunawan Diredja
Anda sedang membaca artikel tentang
Apa yang Terjadi jika "Fiscal Cliff" di AS Tidak Terselesaikan
Dengan url
https://inpobisniskeuangan.blogspot.com/2012/12/apa-yang-terjadi-jika-cliff-di-as-tidak.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Apa yang Terjadi jika "Fiscal Cliff" di AS Tidak Terselesaikan
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Apa yang Terjadi jika "Fiscal Cliff" di AS Tidak Terselesaikan
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar