Rupiah Masih dalam Kondisi Tertekan
Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto | Rabu, 26 Desember 2012 | 09:04 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Sentimen negatif dari sisi eksternal masih akan menekan pergerakan rupiah menjelang penutupan tahun ini. Rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp 9.750- Rp 9.780 per dollar AS pada perdagangan Rabu (26/12/2012).
Nilai tukar rupiah melemah cukup dalam dalam penutupan perdagangan Senin (24/12/2012) lalu. Berdasarkan kurs tengah Blomberg, rupiah ditutup di level Rp 9.794 per dollar AS. Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu ditutup turun tipis menjadi 4.250,21.
Penurunan itu terjadi di tengah penguatan bursa Asia lainnya. Sementara itu harga minyak mentah Brent turun menjadi 108,8 dollar AS per barrel dan dan harga WTI tetap di level 88,61 dollar AS per barrel.
Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih menyatakan, kemungkinan pasar Asia akan turun karena belum ada titik temu mengenai jurang fiskal di Amerika Serikat dengan waktu yang semakin terbatas, kendati index futures pasar Asia tercatat positif. "Untuk rupiah kami perkirakan akan relatif bertahan pada kisaran antara Rp 9.750-Rp 9.780 per dollar AS pada hari ini," kata Lana di Jakarta, Rabu (26/12/2012).
Anda sedang membaca artikel tentang
Rupiah Masih dalam Kondisi Tertekan
Dengan url
https://inpobisniskeuangan.blogspot.com/2012/12/rupiah-masih-dalam-kondisi-tertekan.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Rupiah Masih dalam Kondisi Tertekan
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Rupiah Masih dalam Kondisi Tertekan
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar