Fitra: Tidak Berkontribusi, BUMN Malah Merugi

Written By Unknown on Sabtu, 05 Januari 2013 | 09.38

JAKARTA, KOMPAS.com — Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menilai badan usaha milik negara (BUMN) tidak kunjung memberikan kontribusi kepada negara. Malah kondisinya justru mengalami kerugian. Sekretaris Jenderal Fitra Yuna Farhan menilai BUMN gagal berkontribusi terhadap pendapatan negara.

"Dengan demikian, BUMN justru kerap merongrong untuk mendapat suntikan dana segar dari anggaran negara," kata Yuna di kantor Fitra Mampang Jakarta, Jumat (4/1/2013).

Menurut Yuna, birokrat di BUMN tampaknya lupa bahwa modal perusahaannya bersumber dari penyertaan modal APBN yang dibayarkan rakyat melalui pajak. Oleh karenanya, bagian laba BUMN yang diterima oleh negara tidak sebanding dengan jumlah penyertaan modal yang dikeluarkan negara untuk 141 BUMN sebesar Rp 573,3 triliun dan 5 BUMN di bawah naungan Kementerian Keuangan sebesar Rp 16,4 triliun sepanjang 2010 hingga semester I-2012.

"Itu pun dari 141 BUMN hanya 118 BUMN yang menyumbangkan laba," tambahnya.

Hingga semester I-2012, berdasarkan pemeriksaan tertentu, juga terdapat 154 kasus ketidakpatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan senilai Rp 3,1 triliun, di mana sebanyak 63 kasus dari total senilai Rp 2,5 triliun mengakibatkan kerugian negara.

Sekadar gambaran, menurut Kementerian BUMN, sepanjang tahun 2012 terdapat 16 BUMN dengan catatan kerugian Rp 1,49 triliun. Hal tersebut diungkapkan oleh Wahyu Hidayat, Sekretaris Kementerian BUMN di Jakarta, Jumat (28/12/2012).

"Prognosa 2012 ada 16 BUMN yang merugi dengan total kerugian Rp 1,492 triliun," kata Wahyu saat jumpa pers di kantornya.

Namun sayangnya, Wahyu tidak menyebutkan secara detail, BUMN mana saja yang merugi tersebut. "Yang rugi itu di antaranya PT Energy Management Indonesia, PT Industri Sandang Nusantara, PT Industri Soda Indonesia, Perum Film Nasional," kata Wahyu.

Meski mengalami kerugian, Wahyu membanggakan, kerugian itu turun jika dibandingkan tahun 2011. Wahyu mengatakan, hasil audit 2011 menunjukkan sebanyak 22 BUMN merugi dengan nilai Rp 3,54 triliun. "Jadi nilainya turun sekitar 42 persen," ujarnya.

Dalam jumpa pers paparan kinerja BUMN 2012 hari ini, BUMN hanya dipimpin Wahyu Hidayat, Sekretaris Kementerian BUMN. Dahlan Iskan selaku Menteri BUMN dan Mahmudin Yasin, Wakil Menteri BUMN, tak hadir dalam acara tersebut.


Anda sedang membaca artikel tentang

Fitra: Tidak Berkontribusi, BUMN Malah Merugi

Dengan url

https://inpobisniskeuangan.blogspot.com/2013/01/fitra-tidak-berkontribusi-bumn-malah.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Fitra: Tidak Berkontribusi, BUMN Malah Merugi

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Fitra: Tidak Berkontribusi, BUMN Malah Merugi

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger