Pasar Modal
Saham Sawit dan Tambang Potensial Naik
Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto | Rabu, 23 Januari 2013 | 09:22 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com- Bursa Asia pada Rabu (23/1/2013) pagi ini dibuka variatif dengan bursa Jepang kembali terkoreksi seiring penguatan nilai tukar yen. Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan dibuka positif karena sentimen bursa global semalam.
Penurunan nilai tukar yen mencerminkan penundaan langkah stimulus moneter dari bank sentral Jepang hingga 2014. Harga minyak relatif flat pagi ini di level 96,7 dollar AS per barrel, sementara nilai tukar rupiah relatif stabil di level Rp 9.640 per dollar AS.
Riset Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan, IHSG hari ini akan bergerak menguat terdorong sentimen positif dari bursa AS semalam. Sektor CPO hari ini diperkirakan akan menguat seiring penguatan harga CPO Rotterdam semalam.
Beberapa sektor lainnya yang telah melemah signifikan seperti pertambangan dan perbankan juga berpotensi mengalami technical rebound hari ini. Resistant indeks berada di level 4.440.
Bursa AS sempat dibuka melemah semalam karena rilis data existing home sales yang di bawah ekspektasi dan pernyataan bank sentral Jepang yang baru akan melakukan stimulus senilai 13 triliun yen di 2014. Namun demikian, akhirnya bursa AS berhasil ditutup menguat dan menembus level tertinggi baru dalam 5 tahun terakhir seiring rilis kinerja kuartal keempat tahun 2012 beberapa emiten yang lebih baik dari ekspektasi seperti Freeport, Dupont Co dan Google Inc.
Editor :
Marcus Suprihadi
Anda sedang membaca artikel tentang
Saham Sawit dan Tambang Potensial Naik
Dengan url
https://inpobisniskeuangan.blogspot.com/2013/01/saham-sawit-dan-tambang-potensial-naik.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Saham Sawit dan Tambang Potensial Naik
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Saham Sawit dan Tambang Potensial Naik
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar