Saham Perbankan dan Properti Rawan Tertekan
Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto | Selasa, 26 Februari 2013 | 09:06 WIB
KOMPAS/PRIYOMBODO
ILUSTRASI: Pengunjung mengamati pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG)
TERKAIT:
JAKARTA, KOMPAS.com - Tekanan pasar regional-global rawan menggelayuti pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Selasa (26/2/2013). Saham-saham yang sudah naik seperti perbankan dan properti paling rawan terkena imbas tekanan ambil untung.
Meski sempat dibuka menguat, bursa AS ditutup melemah signifikan sekitar 1,8 persen pada perdagangan semalam. Ini seiring pasar yang khawatir hasil pemilu Italia akan memicu ketidakstabilan politik di negara tersebut dan berpotensi memunculkan kembali krisis utang di Uni Eropa.
Bursa Asia turut dibuka melemah pada perdagangan pagi ini memfaktorkan koreksi signifikan di bursa AS semalam. Harga minyak terkoreksi cukup signifikan pagi ini ke level 92,3 dollar AS per barrel.
Riset Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG terkena sentimen negatif dari bursa regional dan komoditas. Indeks yang terus mencetak level tertinggi baru yang didorong oleh kuatnya foreign net-buy diperkirakan cukup rawan profit taking terutama saham-saham sektor perbankan, konsumer dan properti. Level dukungan indeks berada di level 4.650.
Anda sedang membaca artikel tentang
Saham Perbankan dan Properti Rawan Tertekan
Dengan url
https://inpobisniskeuangan.blogspot.com/2013/02/saham-perbankan-dan-properti-rawan.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Saham Perbankan dan Properti Rawan Tertekan
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Saham Perbankan dan Properti Rawan Tertekan
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar