JAKARTA, KOMPAS.com - PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) mulai bernegoisasi dengan nasabahnya untuk melakukan pembayaran dana. Namun Bakrie Life hanya sanggup membayar separuh dari total dana tunggakan nasabah.
Permohonan tersebut terungkap dalam pertemuan perwakilan nasabah pada 4 April lalu di Kuningan Jakarta. Pihak Bakrie Life diwakili Timoer Sutanto, Budi Santoso serta salah seorang legal konsultan. Sementara perwakilan nasabah yang hadir yaitu Freddy Koeshariyono beserta tiga nasabah lain. Pertemuan itu turut dihadiri seorang saksi.
Dalam pertemuan itu, pihak manajemen Bakrie Life menawarkan skema pembayaran baru yaitu siap membayar tunai, namun pembayarannya hanya diberikan separuh dari total dana tunggakan. Hingga saat ini, total tunggakan dana nasabah produk investasi Diamond Investa mencapai Rp 260 miliar.
"Jika ini terealisasi, maka tunggakan yang bisa cair sekitar Rp 130 miliar. Sisanya dianggap hangus atau diikhlaskan," kata Freddy di Jakata akhir pekan lalu.
Freddy mengatakan, manajemen mengaku kesulitan dana sehingga hanya mampu membayar setengah dari total dana tunggakan. Pihak manajemen juga memberi syarat lain kepada nasabah yaitu minimal harus 80 persen nasabah yang masih memiliki tunggakan dari Bakrie Life harus memberikan surat pernyataan.
Sisanya dianggap hangus atau diikhlaskan
Isi surat pernyataan tersebut yaitu nasabah setuju pemberian skema pembayaran berupa 50 persen dari total tunggakan. Alasannya, surat pernyataan ini akan menjadi landasan hukum agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.
"Jika kami setuju dengan tawaran itu, dana tunggakan nasabah akan segera dicairkan. Namun Bakrie Life tidak menyebutkan sumber dana pembayaran tersebut," tambahnya.
Saat ini, manajemen Bakrie Life memang menawarkan pencairan aset dari sebidang tanah di Makassar Sulawesi Selatan. Namun sampai sekarang tanah tersebut juga belum laku dijual.
Atas pertemuan tersebut, Freddy yang merupakan perwakilan dari nasabah mengaku belum mengambil sikap. Keputusan baru akan diambil setelah diskusi dengan nasabah lain. Selain itu, ada keinginan memastikan bahwa Bakrie Life benar-benar tidak mampu membayar tunggakan dana nasabah, bukan sekedar alasan supaya dipercaya.
"Makanya dalam waktu dekat nasabah akan bersurat kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) supaya difasilitasi pertemuan dengan Bakrie Life. Kami sekarang belum percaya seratus persen, harus dipastikan dulu," tambahnya.
Freddy juga mengaku bahwa sebenarnya tawaran ini cukup menarik, dibanding nasabah tidak mendapat kepastian pembayaran selama empat tahun terakhir. Namun tawaran manajemen dianggap terlalu murah karena sebelumnya manajemen ingin membayarkan dana nasabah sekitar 70-80 persen dari total dana tunggakan.
Dihubungi terpisah, Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto mengakui adanya skema kelonggaran pembayaran dana nasabah. Namun tidak mengakui permintaan membayar setengah saja.
Timoer pun tidak menyebutkan alasan meminta keringan. Begitu juga sumber dana pembayaran tersebut dan tidak menyinggung sedikitpun tentang status tanah di Makassar yang sempat dijanjikan. "Kami sedang negoisasi dan memang memohon keringanan," jelasnya singkat.
Simak perkembangannya di Topik Bakri Life Ingkar Janji
Baca juga:
Bayar Dana Nasabah, Bakrie Life Dikabarkan Jual Aset
Bakrie Life: Kami Tidak Akan Lari
Hary Tanoe Bikin Bank
Editor :
Erlangga Djumena
Anda sedang membaca artikel tentang
Bakrie Life Cuma Sanggup Bayar Separuh Tunggakan
Dengan url
https://inpobisniskeuangan.blogspot.com/2013/04/bakrie-life-cuma-sanggup-bayar-separuh.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Bakrie Life Cuma Sanggup Bayar Separuh Tunggakan
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Bakrie Life Cuma Sanggup Bayar Separuh Tunggakan
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar