Data Pelanggan LivingSocial Diretas

Written By Unknown on Sabtu, 27 April 2013 | 09.38

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com — LivingSocial, perusahaan kedua terbesar di Groupon Inc, perusahaan yang menawarkan diskon-diskon khusus untuk pelanggannya, dilaporkan mengalami serangan cyber, Jumat (26/4/2013) waktu setempat. Peretasan ini dapat memengaruhi 50 juta pelanggan.

Perusahaan tersebut melaporkan serangan terhadap sistem mereka telah membuka akses tidak sah ke data pelanggan, termasuk nama, alamat e-mail, tanggal lahir, dan beberapa enkripsi password pelanggan. Meskipun demikian, menurut mereka, informasi keuangan dan perbankan pelanggan maupun klien mereka tetap tak tertembus serangan ini.

"Kami secara aktif bekerja sama dengan penegak hukum untuk menyelidiki masalah ini," ungkap pernyataan resmi perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki Amazon.com. LivingSocial tidak menyebutkan berapa jumlah tepat pelanggan mereka. Namun, Juru Bicara LivingSocial, Andrew Weinsten, menyatakan, sebagian besar basis data pelanggan terpengaruh peretasan tersebut.

Pelanggan yang terancam digunakan data personalnya secara tak sah adalah mereka yang ada di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Irlandia, Australia, Selandia Baru, Malaysia, Eropa Selatan, dan Amerika Latin. Sementara basis data pelanggan LivingSocial di Korea Selatan, Indonesia, Filipina, dan Thailand disebut tak terpengaruh.

"Mengingat baru-baru ini serangan cyber meluas sukses menjebol jejaring sosial utama, sudah jelas bahwa penyedia layanan ini tidak cukup berbuat untuk melindungi pelanggan," kecam ahli strategi keamanan senior Trusteer—sebuah perusahaan keamanan komputerGeorge Tubin.

Serangan cyber ini datang setelah LivingSocial berhasil menangani persoalan penurunan jumlah pelanggan dan mendapatkan suntikan modal 110 juta dollar AS, termasuk dari Amazon pada awal tahun ini meski dipaksa memberikan konsesi besar. Sepanjang kuartal pertama 2013, Amazon diketahui telah menyuntikkan dana 56 juta dollar AS di LivingSocial, berdasarkan informasi resmi, Jumat (26/4/2013). Namun, informasi yang sama menyebutkan, LivingSocial masih mencatatkan kerugian 44 juta dollar AS dengan pendapatan 135 juta dollar AS dalam kuartal ini.

Terkait serangan cyber yang dialaminya, LivingSocial menyatakan telah mulai menghubungi lebih dari 50 juta pelanggan yang diduga data personalnya terdampak. LivingSocial menyarankan para pelanggan untuk login ke LivingSocial.com dan membuat password baru untuk akun mereka.

"Untuk keamanan data pribadi Anda, kami mendorong pula Anda mempertimbangkan mengubah password di akun-akun lain yang memilik password sama atau serupa," ujar Direktur Eksekutif LivingSocial Tim O'Shaughnessy. Dia juga meminta maaf atas terjadinya serangan ini.

Editor :

Palupi Annisa Auliani


Anda sedang membaca artikel tentang

Data Pelanggan LivingSocial Diretas

Dengan url

https://inpobisniskeuangan.blogspot.com/2013/04/data-pelanggan-livingsocial-diretas.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Data Pelanggan LivingSocial Diretas

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Data Pelanggan LivingSocial Diretas

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger