Pasar Modal
Investor Menantikan Data Ekonomi China
Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto | Rabu, 8 Mei 2013 | 09:16 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com- Investor dan pelaku pasar menantikan pengumuman data ekspor-impor China untuk bulan April 2013, Rabu (8/5/2013) ini.
Neraca perdagangan Australia yang surplus di bulan sebelumnya meningkatkan ekspektasi positif atas data China.
Dikutip ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, ekspor China diperkirakan tumbuh 9,2 persen dibanding bulan sebelumnya (mom), melambat dari sebelumnya yang mencatat kenaikan 10 persen pada Maret.
Sedangkan impor diperkirakan naik 13 persen (mom) dari 14,1 persen (mom) bulan sebelumnya. Selain ekspor-impor, data inflasi akan diumumkan pada tanggal 9 Mei 2013.
Menurut Lana, diperkirakan inflasi naik 2,3 persen (yoy). Angka itu masih di bawah target pemerintah untuk inflasi sebesar 3,5 persen untuk tahun 2013.
Dari Australia, Bank Sentral menurunkan suku bunga acuan menjadi 2,75 persen sebagai rekor terendah.
Neraca perdagangan Australia mencatat surplus untuk Maret. Australia - eksporter komoditas, mempunyai hubungan dagang terkuat dengan China.
Lana menegaskan, surplus Australia ini menjadi sinyal positif kemungkinan ekspor China membaik di atas ekspektasi.
Editor :
Tjahja Gunawan Diredja
Anda sedang membaca artikel tentang
Investor Menantikan Data Ekonomi China
Dengan url
https://inpobisniskeuangan.blogspot.com/2013/05/investor-menantikan-data-ekonomi-china.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Investor Menantikan Data Ekonomi China
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Investor Menantikan Data Ekonomi China
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar