Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Bayar Dana Nasabah, Bakrie Life Dikabarkan Jual Aset

Written By Unknown on Kamis, 18 Oktober 2012 | 09.38

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyelesaian nasabah produk asuransi Diamond Investa dari Bakrie Life masih mandek. Namun kabarnya, Bakrie Life akan melelang aset yang dimiliki untuk membayar dana nasabahnya.

Kabiro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata menjelaskan, hingga saat ini Bakrie Life dan perwakilan nasabah terus berdiskusi terkait penyelesaian masalah pengembalian dana nasabah.

"Namun Bakrie Life sempat bilang ada aset yang sudah disediakannya untuk memenuhi kewajiban kepada nasabahnya," kata Isa di Jakarta, Rabu (17/10/2012).

Menurut Isa, konflik penyelesaian pembayaran dana nasabah ini hingga saat ini belum tuntas. Setiap dua minggu sekali, kedua pihak ini selalu melakukan rapat.

Kebetulan, Bapepam-LK memfasilitasi tempat rapat di antara kedua pihak tersebut, baik dari Bakrie Life maupun perwakilan nasabah. Namun belum ada keputusan sepihak dari Bapepam-LK terkait penyelesaian dana nasabah yang belum kunjung usai tersebut.

"Kita tidak pernah bilang akan memutus (Bakrie Life). Mereka masih berdiskusi dan negoisasi," tambahnya.

Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto menjelaskan, hingga saat ini skema untuk pengembalian dana nasabah masih belum tuntas. Namun dia berjanji akan mengembalikan dana nasabah secepatnya.

Dalam pertemuan akhir September lalu, pihak Bakrie Life berjanji memberikan jaminan berupa aset tanah sebesar 77,4 hektar di Makassar untuk membayar kerugian dana nasabah.

Salah satu perwakilan nasabah, Freddy, mengaku hingga saat ini belum mendapat ganti rugi atas dananya yang ditaruh di produk Diamond Investa tersebut.

"Jika masalahnya terus berlarut-larut, maka kami akan mengajukannya ke Pengadilan Niaga," kata Freddy.

Sekadar catatan, Bakrie Life mengalami gagal bayar dana nasabah senilai Rp 360 miliar pada 2008 dan itu merupakan premi sekaligus investasi yang dihimpun dari ratusan nasabah pembeli produk Diamond Investa.

Dari jumlah itu, Bakrie Life sudah mengembalikan dana nasabah sebesar Rp 90 miliar. Bakrie Life masih ada kewajiban pengembalian dana sisa sebesar Rp 270 miliar yang wajib dibayarkan secara dicicil dalam tiga tahun berturut-turut.

Editor :

Ana Shofiana Syatiri


09.38 | 0 komentar | Read More

Kuartal III, Laba Bersih BTN Rp 1,12 Triliun

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatatkan laba bersih di kuartal III-2012 sebesar Rp 1,12 triliun, naik 45,1 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp 704 miliar. Kenaikan laba ditopang oleh pertumbuhan kredit perseroan.

Direktur Utama BTN Iqbal Latanro menjelaskan, kenaikan uang muka (down payment) kredit rumah maupun aturan loan to value (LTV) tidak berdampak signifikan terhadap kredit perseroan.

"Keputusan Mahkamah KOnstitusi (MK) yang mengecualikan aturan LTV untuk tipe rumah di bawah tipe 36 berdampak positif terhadap kredit perumahan perseroan. Sehingga laba kami tetap positif," kata Iqbal di Jakarta, Rabu (17/10/2012).

Hingga kuartal III-2012, kredit perseroan tumbuh 29,1 persen dari Rp 59,31 triliun menjadi Rp 76,57 triliun. Porsi kredit perumahan perseroan masih 86,32 persen dari total kredit. Sementara sisanya 13,68 persen disalurkan untukkredit non perumahan. Sedangkan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) net 2,51 persen, menurun dibanding periode yang sama tahun lalu 3,46 persen.

Di sisi dana pihak ketiga naik 31,24 persen dari Rp 52,83 triliun menjadi Rp 69,33 triliun. Pendapatan bunga bersih perseroan naik 33 persen dari Rp 2,66 triliun menjadi Rp 3,53 triliun. Serta aset naik 29,86 persen dari 76,05 triliun menjadi Rp 98,76 triliun.

Sementara rasio keuangan lainnya yaitu capital adequacy ratio (CAR) 15,22 persen, net interest margin (NIM) 6 persen dan return on equity (ROE) 19,06 persen.

Editor :

Ana Shofiana Syatiri


09.38 | 0 komentar | Read More

Indeks Fluktuatif, Diperkirakan Menguat Terbatas

Pasar Modal

Indeks Fluktuatif, Diperkirakan Menguat Terbatas

Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto | Kamis, 18 Oktober 2012 | 09:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Indeks Harga Saham Gabungan kembali mampu ditutup menguat pada perdagangan kemarin dan untuk kesekian kalinya indeks membukukan rekor tertingginya dalam sejarah. Riset Mega Capital Indonesia meyakini hal itu masih akan terjadi pada perdagangan Kamis (18/10/2012).

Indeks sebelumnya juga sempat menguji level resistan yang berada di 4.355, tetapi belum mampu untuk melewatinya. Apabila kembali gagal, kemungkinan dapat mengalami koreksi teknis dan menguji level dukungan di 4.315. Akan tetapi, jika indeks mampu bertahan di atas 4.315, kemungkinan dapat kembali mengalami konsolidasi.

Hari ini diperkirakan indeks kembali fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas. Sentimen positif datang dari bursa global semalam.

Ini, menurut riset Mega Capital Indonesia, cukup mengejutkan, yakni data sektor perumahan yang menjadi katalis positif bagi pasar saham Amerika Serikat. Indeks DJIA naik 0,04 persen, Indeks S&P 500 menguat 0,41 persen, dan Nasdaq positif 0,10 persen.

Secara tidak terduga, housing starts di bulan September melonjak 15 persen dan building permits naik 11,6 persen. Keduanya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan estimasi pasar.

Malam ini investor global kembali akan menanti data perumahan, di mana tingkat penjualan rumah diperkirakan turun 1,8 persen.

Editor :

Marcus Suprihadi


09.38 | 0 komentar | Read More

Jepang Pun Mempersiapkan Stimulus Ekonomi

Written By Unknown on Rabu, 17 Oktober 2012 | 09.38

Jepang

Jepang Pun Mempersiapkan Stimulus Ekonomi

Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto | Rabu, 17 Oktober 2012 | 08:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah Amerika Serikat dan China, Jepang pun diberitakan tengah menyiapkan sebuah program untuk menggairahkan kembali perekonomiannya. Stimulus baru itu diperkirakan akan diluncurkan pada akhir November mendatang.

Seperti diungkapkan tim riset Monex Investindo Futures mengutip Kyodo News di Jakarta, Rabu (17/10/2012), Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda merencanakan putaran baru stimulus ekonomi pada akhir bulan depan seiring negaranya memasuki masa jeda. Kabar ini diperoleh dari sejumlah orang dekat sang perdana menteri.

Langkah-langkah tersebut diperkirakan akan mencakup langkah-langkah untuk membatasi deflasi, meredakan penguatan yen, memperluas kerja rekonstruksi gempa, dan melonggarkan regulasi dalam bisnis.

Noda juga akan menggelar rapat kabinet pada hari ini untuk menginstruksikan para menterinya memetakan rencana.

Analis mata uang Credit Suisse di New York, Daniel Katzive, mengaku belum memperoleh kejelasan soal pembicaraan itu. Namun, langkah-langkah itu diperkirakan bakal mencakup kebijakan untuk mendukung ekspor atau mengapresiasi yen pada eksportir.

Editor :

Marcus Suprihadi


09.38 | 0 komentar | Read More

CEO Mundur, Prospek Citigroup Negatif

JAKARTA, KOMPAS.com — Prospek Citigroup diturunkan menjadi negatif setelah CEO-nya, Vikram Pandit, mundur dari jabatannya kemarin.

Prospek negatif berarti dalam waktu dekat ada kemungkinan peringkat Citigrup diturunkan.

Pemeringkat Moody's di New York, Rabu (17/10/2012), menyatakan, perubahan susunan manajemen berisiko negatif dalam upaya Citigroup meningkatkan perbaikan manajemen risiko.

Seperti diberitakan BBC Indonesia, Vikram Pandit secara mengejutkan menyatakan mundur dari jabatannya yang akan berlaku sesegera mungkin.

Dia akan digantikan oleh Michael Corbat, yang sebelumnya menjabat Kepala Citigroup untuk Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.
Citigroup dalam pernyataannya memuji kepemimpinan, integritas, dan daya tahannya dalam membawa Citi melalui krisis keuangan.

Pengunduran itu hanya sehari setelah Citi melaporkan penurunan keuntungan dalam masa satu kuartal yang mencapai 88 persen menjadi 469 juta dollar AS.

Namun, penurunan lebih banyak disebabkan oleh biaya sebesar 4,7 miliar dollar AS dari pengurangan nilai saham mereka dalam perusahaan patungan Morgan Stanley Smith Barney yang mereka jual, sedangkan keuntungan secara umum sebenarnya meningkat.

Selain Pandit, pimpinan operasi Citigroup, John Havens, juga mengundurkan diri. Pernyataan Citigroup mengatakan, Havens memang sudah merencanakan pensiun pada akhir tahun ini, tetapi kemudian memutuskan mundur bersama Pandit.

Vikram Pandit menjabat sebagai orang nomor satu di bank global tersebut sejak Desember 2007. Dia mendapat gaji 1 juta dollar AS pada 2009 dan dinaikkan menjadi 1,75 juta dollar AS pada 2010 karena bank kemudian kembali meraih keuntungan. Pada tahun 2011 dia mendapat kompensasi sebesar 15 juta dollar AS.

Namun, para pemilik saham Citigroup melakukan pemungutan suara untuk menentangnya walau keputusan itu tidak mengikat.

Pandit juga menerima puluhan juta dollar AS dari Citigroup ketika perusahaan hegde fund miliknya dibeli oleh bank tersebut pada 2007.

Editor :

Marcus Suprihadi


09.38 | 0 komentar | Read More

Asia Menguat Satu Persen, IHSG Siap Ikuti

Pasar Modal

Asia Menguat Satu Persen, IHSG Siap Ikuti

Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto | Rabu, 17 Oktober 2012 | 09:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Bursa Asia pagi ini, Rabu (17/10/2012), dibuka menguat sekitar satu persen merespon reli bursa global semalam. Ini menjadi sentimen positif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan.

Harga minyak juga kembali menguat ke level 92,5 dollar AS per barrel. Riset Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG sendiri hari ini akan kembali melanjutkan kenaikannya seiring penguatan bursa regional. 

Namun demikian, beberapa sektor yang telah menguat signifikan dalam sepekan terakhir seperti semen, telekomunikasi, dan konsumer diperkirakan cukup rentan mengalami ambil untung.

Indeks diperkirakan akan kembali mencetak level tertinggi barunya dengan resistance di level 4.350.

Bursa AS dan Eropa kembali melanjutkan penguatannya dalam dua hari terakhir sebagai respon atas sentimen positif dari beberapa rilis data ekonomi yang lebih baik dari ekspektasi seperti investor confidence Jerman dan industrial output di AS.

Bursa Eropa juga menguat seiring spekulasi Jerman akan mengijinkan Spanyol untuk mengajukan fasilitas komitmen kredit jika terjadi tekanan likuiditas.

Editor :

Marcus Suprihadi


09.38 | 0 komentar | Read More

Mengenal Asuransi

Written By Unknown on Selasa, 16 Oktober 2012 | 09.38

KOMPAS.com — Kelas menengah di Indonesia terus tumbuh dengan pesat. Seiring dengan itu, seharusnya tingkat melek finansial pun ikut terdongkrak, termasuk kesadaran terhadap pentingnya berasuransi.

Namun, ternyata partisipasi masyarakat Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Rasio premi terhadap produk domestik bruto nasional baru ada di kisaran 1-2 persen. Bandingkan dengan negara jiran seperti Malaysia dan Singapura yang sudah ada di kisaran 4-5 persen.

Sementara Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menghitung, penetrasi asuransi jiwa pada semester I-2012 hanya 1,23 persen, lebih kecil dari akhir tahun lalu yang mencapai 1,24 persen.

Beberapa faktor yang menyebabkan masih rendahnya partisipasi masyarakat Indonesia dalam berasuransi, antara lain, ketidaktahuan dan ketidakmengertian.

Asuransi merupakan perlindungan terhadap diri, keluarga, serta harta benda kita bila terjadi suatu musibah ataupun bencana. Memang bencana bukan sesuatu yang kita inginkan, tetapi kemalangan ataupun musibah tidak bisa kita tolak.

Alangkah baiknya bila sebelum hal tersebut terjadi, kita menyediakan payung, sehingga setidaknya kerugian yang kita derita bisa dialihkan kepada perusahaan asuransi yang kita ikuti.

Saat ini asuransi pun bukan sekadar perlindungan semata. Perusahaan-perusahaan asuransi sudah memasarkan produk unit link, yang diklaim bisa menjadi instrumen investasi, selain sebagai perlindungan bagi nasabah.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pemegang polis asuransi di Indonesia hingga saat ini mencapai 63 juta, yang terdiri dari 10 juta pemegang polis individu dan 53 juta pemilik polis gabungan. Sementara nilai premi asuransi jiwa pada triwulan kedua tahun 2012 mencapai Rp 49,65 triliun.  

Kelas menengah pun menjadi incaran industri asuransi. Ketua Bidang Kanal dan Distribusi AAJI William Kuan menyebutkan, tahun 2015 kelas menengah di Indonesia diperkirakan akan mencapai 140 juta orang. "Ini benar-benar peluang bagi industri asuransi jiwa untuk tetap tumbuh," kata dia.

Terkait dengan itu, Kompas.com mulai hari ini hingga dua minggu ke depan akan menyajikan liputan khusus mengenai asuransi yang dikemas sedemikian rupa. Selain itu, juga akan ada kuis-kuis berhadiah khusus bagi para pembaca Kompas.com. Selamat menyimak.

Editor :

Erlangga Djumena


09.38 | 0 komentar | Read More

Mengenal Lebih Jauh Asuransi

Mengenal Lebih Jauh Asuransi

Penulis : Didik Purwanto | Selasa, 16 Oktober 2012 | 09:12 WIB

KOMPAS.com — Di zaman sekarang ini, asuransi telah menjadi hal yang umum dan bahkan wajib untuk dimiliki. Namun, belum semua orang mengerti asuransi.

Dari sisi pengertian, asuransi adalah pertanggungan. Di sini ada perjanjian yang dibuat antara kedua pihak, yaitu penanggung dan tertanggung dalam sebuah ikatan. Ikatan di sini adalah bagi tertanggung maka harus membayar premi. Premi di sini adalah membayar uang kerugian ketiga tertanggung mengalami kerugian di suatu saat nanti, baik kerugian yang pasti maupun ketidakpastian.

Bagi penanggung maka harus memberikan suatu pembayaran uang berdasarkan asuransi yang diambil, misalnya asuransi jiwa (kesehatan atau meninggal dunia) atau asuransi kerugian (kebakaran, mobil, rumah, barang berharga, dan sebagainya).

Sementara pengertian asuransi berdasarkan Undang-Undang Hukum Dagang Bab 9 Pasal 246 yaitu suatu perjanjian antara pihak tertanggung dan penanggung, dengan menerima suatu premi untuk memberikan penggantian kepada pihak tertanggung karena suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau mungkin kerugian karena suatu peristiwa tertentu.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa asuransi merupakan:
1. Sebuah perjanjian
2. Ada syarat dalam sebuah perjanjian, yaitu membayar premi
3. Akan diberikan penggantian kepada tertanggung oleh penanggung
4. Ada kemungkinan bahwa peristiwa tidak pasti atau tidak tentu bisa terjadi

Sementara premi adalah biaya berasuransi yang menjadi prasyarat dalam perjanjian berasuransi. Karena tanpa adanya premi maka tidak akan ada asuransi (no premium no insurance).

Ikuti liputan khusus Cerdas Berasuransi

Editor :

Erlangga Djumena


09.38 | 0 komentar | Read More

Ramalan Fitch untuk Industri Asuransi Tahun Depan

SINGAPURA, KOMPAS.com -  Dalam laporan terbarunya, Fitch Ratings memprediksi outlook rating 2013 untuk asuransi sektor jiwa dan umum tahun depan adalah Stabil. Pasar domestik yang semakin berkembang, pertumbuhan premi yang berkelanjutan dan persyaratan regulasi yang menguat menjadi alasan utama bagi Fitch.

Dengan jumlah penduduk yang besar, rupanya penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah yakni hanya sebesar 1,7 persen. Rasio tersebut jauh di bawah pencapaian negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang sudah di atas 4 persen. Perbandingan tersebut juga kalah telak jika mengacu pada negara-negara berkembang seperti Amerika yang sudah mencapai 8,1 persen dan Inggris 11,8 persen.

Dalam pandangan Fitch, meningkatnya persyaratan regulasi, termasuk persyaratan modal minimum ke Rp 70 miliar tahun 2012 dan Rp 100 miliar pada tahun 2014, akan mendorong konsolidasi pasar yang lebih ketat.

Jumlah perusahaan asuransi akan menyusut karena sebagian asuransi yang lebih kecil dan lemah akan bergabung dengan perusahaan lain untuk memenuhi persyaratan modal baru atau terpaksa keluar dari pasar. Dalam jangka panjang, hal ini diperkirakan akan membantu mengembangkan kesadaran risiko yang lebih besar dan meningkatkan kemampuan perusahaan asuransi untuk mengelola sumber permodalan.

Secara negatif, prospek pertumbuhan industri asuransi di Indonesia dihambat oleh tingkat transparansi kelembagaan, pengungkapan kepada publik, dan manajemen risiko yang terbatas. Fitch, bagaimanapun, yakin bahwa lingkungan operasional industri dapat diperbaiki secara bertahap dengan menguatnya persyaratan regulasi dan meningkatnya minat investor asing.

Outlook Stabil tersebut dibatasi oleh kenaikan kerugian asuransi secara signifikan yang tak terduga dari bencana alam di Indonesia.

Perlambatan ekonom juga bisa menahan pertumbuhan pasar asuransi Indonesia. Potensi kerugian material dalam investasi akibat eskalasi krisis euro, juga dapat menyebabkan outlook direvisi menjadi negatif.

Premi sektor asuransi di Indonesia tumbuh 15,5% year on year mencapai Rp 68,9 triliun pada semester pertama 2012. (Dyah Megasari/Kontan)

Ikuti liputan khusus Cerdas Berasuransi

Sumber :

KONTAN

Editor :

Erlangga Djumena


09.38 | 0 komentar | Read More

Bank Dunia Sering Gagal Selesaikan Masalah Kemiskinan

Written By Unknown on Senin, 15 Oktober 2012 | 09.38

Bank Dunia Sering Gagal Selesaikan Masalah Kemiskinan

Penulis : Eny Prihtiyani | Senin, 15 Oktober 2012 | 08:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pernyataan Bank Dunia yang ingin menghilangkan kemiskinan secara ekstrem di berbagai tempat di dunia, mendapat reaksi dari politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Arif Budimanta.

Menurutnya, pernyataan Bank Dunia tersebut patut dipertanyakan. Pasalnya di Indonesia, melalui program PNPM (Program Nasional P emberdayaan Masyarakat) yang merupakan arahan Bank Dunia, sudah terbukti gagal me ngurangi kemiskinan.  

Program PNPM terbukti tidak mampu menurunkan angka kemiskinan. Elastisitas tingkat penurunannya masih di bawah Malaysia dan Thailand. Padahal, kedua negara itu tidak diban tu Bank Dunia, ujarnya melalui pesan singkat, Senin (15/10/2012).

Dia mengatakan populasi penduduk miskin saat ini naik hingga dua kali lipat. Sebagian besar berada di pedesaan dan daerah terpencil. Jumlahnya sekitar 18,97 juta jiwa. Di perkotaan jumlah penduduk miskin mencapai 10,59 juta jiwa.

"Ke depan jika ingin menurunkan kemiskinan secara ekstrem, maka pemerintah harus memberikan akses yang lebih besar bagi warga miskin, terutama akses pendidikan," katanya.

Menurutnya, pengeluaran penduduk kota untuk pendidikan, mencapai 2,75 persen dari total pengeluaran per bulan. Sed angkan penduduk desa hanya 1,21 persen dari total pengeluaran tiap bulan. 


09.38 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger